SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH JUMLAH WAJIB PAJAK, KEPATUHAN WAJIB PAJAK, DAN PENERBITAN SURAT KETETAPAN PAJAK WP BADAN TERHADAP PENERIMAAN PPH PASAL 25 BADAN TAHUN 2008 – 2011

Aulia Norma Noviani

Abstrak


ABSTRAK

Noviani, Aulia Norma. 2012. Pengaruh Jumlah Wajib Pajak, Kepatuhan Wajib Pajak, dan Penerbitan Surat Ketetapan Pajak WP Badan terhadap Penerimaan PPh pasal 25 Badan Tahun 2008 - 2011 (Studi Kasus pada KPP Pratama Malang Utara). Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing:  (I) Triadi Agung Sudarto, S.E., M.Si., Ak. (II) Hj. Yuli Widi Astuti, S.E., M.Si., Ak.

 

Kata kunci: Jumlah Wajib Pajak, Kepatuhan, Surat Ketetapan Pajak, PPh pasal 25 Badan

Pajak merupakan salah satu unsur terbesar dalam pendapatan negara yang digunakan untuk alokasi APBN maupun APBD. Jumlah Wajib Pajak Badan adalah salah satu hal yang penting dalam penerimaan pajak, karena WP Badan memiliki peredaran bruto yang cukup tinggi apabila dibandingkan dengan WP Orang Pribadi. Jumlah Wajib Pajak (WP) Badan yang semakin meningkat ternyata tidak seimbang dengan jumlah pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa yang dilakukan setiap bulan, sehingga dapat membuat WP tersebut menjadi tidak patuh. SPT Masa yang telah dilaporkan oleh WP terkadang tidak sesuai atau salah, sehingga Kantor Pelayanan Pajak (KPP) setempat melakukan pemeriksaan yang nantinya akan menghasilkan Surat Ketetapan Pajak (SKP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh dan kontribusi jumlah WP, kepatuhan WP, dan penerbitan SKP WP Badan terhadap penerimaan PPh pasal 25 Badan.

Pengujian dalam penelitian ini menggunakan regresi linear berganda, karena menguji dan menelaah hubungan antar variabel atau lebih, terutama untuk menelusuri pola hubungan yang modelnya belum diketahui dengan sempurna, atau untuk mengetahui bagaimana variasi dari beberapa variabel independen mempengaruhi variabel dependen dalam suatu fenomena yang kompleks. Sebelum dilakukan uji regresi linear berganda, harus dilakukan uji asumsi klasik yang berguna untuk mengetahui koefisien pada persamaan regresi agar tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan yang berarti. Tahap terakhir adalah melakukan pengujian hipotesis yang dilihat berdasarkan hasil uji regresi linear berganda pada kolom B, unstandarized coefficients.

Hasil uji regresi menyatakan bahwa variabel jumlah WP Badan memiliki pengaruh postif atau searah terhadap penerimaan PPh pasal 25 Badan. Sedangkan dua variabel independen yang lain, yaitu tingkat kepatuhan WP Badan dan penerbitan SKP WP Badan memiliki pengaruh negatif atau terbalik terhadap penerimaan PPh pasal 25 Badan.  Kontribusi variabel independen terhadap variabel dependennya sebesar 28,5%, namun 71,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti menyarankan beberapa hal, diantaranya adalah (1) KPP Pratama Malang Utara diharapkan lebih meningkatkan program ekstensifikasi dan intensifikasi pajak; dan (2) Peneliti selanjutnya agar memperbanyak variabel lain agar nantinya  pengaruh variabel independen terhadap variabel dependennya lebih kuat, selain itu, diharapkan dapat mengembangkan penelitian sejenis dengan lebih memperluas cakupan data, lokasi penelitian, periode data dan teknik pengumpulan data.