SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Pengaruh Fraud Triangle Terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi (Studi pada Perusahaan Publik di Indonesia Periode 2000-2010 yang terdaftar di BEI)

Bhaskara Priyo Ellyanto, Bhaskara Priyo Ellyanto

Abstrak


ABSTRAK

Ellyanto, Bhaskara Priyo. 2012. Analisis Pengaruh Fraud Triangle Terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi (Studi pada Perusahaan  Publik di Indonesia Periode 2000-2010 yang terdaftar di BEI). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Satia Nur Maharani , S.E., M.SA., Ak ., (II) Yuli Widi Astuti, S.E., M.Si. , Ak .

Kata kunci : fraud triangle, stabilitas keuangan, tekanan pihak eksternal, kepemilikan manajerial, tekanan pihak internal, sifat industri, kualitas audit, rasionalisasi

Kecurangan akuntansi (fraud) adalah merupakan jenis kecurangan yang menimbulkan kerugian tinggi. Dalam kecurangan yang terjadi  terdapat tiga faktor dominan yang melatar belakangi, yaitu tekanan (pressure), kesempatan (opportunity), dan rasionalisasi (razionalitation) yang disebut dengan fraud triangle. Tekanan sendiri dapat dilihat dari faktor stabilitas keuangan, tekanan pihak eksternal, kepemilikan manajerial, dan tekanan pihak internal. Kesempatan dapat dilihat dari faktor sifat industri dan kualitas audit. Sedangkan rasionalisasi dapat dilihat dari faktor rasionalisasi itu sendiri.

 Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris apakah faktor stabilitas keuangan, tekanan pihak eksternal, kepemilikan manajerial, tekanan pihak internal, sifat industri, kualitas audit, dan rasionalisasi berpengaruh terhadap peluang terjadinya kecurangan akuntansi. Kriteria atas sampel ini adalah perusahaan yang telah dinyatakan oleh Bapepam bahwa telah terjadi kecurangan akuntansi, yang mana merupakan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia--selama periode tahun 2000 sampai dengan 2010 sebagai sampel fraud firm dan mengambil secara acak perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai sampel no fraud firm. Berdasarkan kriteria tersebut diperoleh 18 sampel fraud firm dan 18 sampel no fraud firm.

Pengujian atas hipotesis dari penelitian ini dianalisis dengan menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh tekanan pihak eksternal, kepemilikan manajerial, sifat industri, kualitas audit, dan rasionalisasi terhadap peluang kecurangan akuntansi. Penelitian ini berhasil memberikan bukti empiris bahwa stabilitas keuangan dan tekanan pihak internal berpengaruh terhadap peluang terjadinya kecurangan akuntansi. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan untuk pengembangan penelitian yang lebih komprehensif berkaitan dengan fraud triangle.