SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK MODEL KOOPERATIF TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSI KEUANGAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA (Studi pada Siswa Kelas XI Program Studi Akuntansi di SMK Muhammadiyah 2 Malang)

Sri Hariyati

Abstrak


ABSTRAK

 

Hariyati, Sri. 2012. Penerapan Pembelajaran Konstruktivistik Model Kooperatif Team Assisted Individualization pada Mata Pelajaran Akuntansi Keuangan untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa ( Studi pada Kelas XI Program Studi Akuntansi di SMK Muhammadiyah 2 Malang). Skripsi, Program Studi Pendidikan Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Tri Laksiani, S.E., M.M., (II) Dr. Sunaryanto, M.Ed.

 

Kata Kunci: konstruktivistik, kooperatif TAI (Team Assisted Individualization), hasil belajar

 

Pembelajaran konstruktivistik adalah pembelajaran dimana siswa aktif untuk mengkonstruksi pemahaman mereka terhadap materi yang dipelajari, sehingga pengetahuan yang dimiliki siswa tidak hanya merupakan hasil tranfer dari guru. Upaya peningkatan hasil belajar terhadap siswa berkesulitan belajar terus diupayakan dengan penanganan yang saksama. Penanganan siswa berkesulitan belajar disesuaikan dengan falsafah dan budaya bangsanya. Bangsa Indonesia mempunyai falsafah Pancasila yang pada esensinya menekankan hidup bergotong royong. Gotong royong dalam mencapai tujuan disebut pula kooperatif. Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang menempatkan siswa belajar dalam kelompok kecil yang heterogen untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan belajar bersama. Model kooperatif TAI (Team Assisted Individualization) merupakan model pembelajaran yang mengkombinasikan antara belajar individu dan belajar kelompok, serta bertujuan untuk mengatasi kesulitan belajar siswa, sehingga dalam penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI Program Studi Akuntansi di SMK Muhammadiyah 2 Malang.

Lokasi penelitian ini di Jalan Baiduri Sepah No. 27 Malang dengan subjek penelitian siswa kelas XI Program Studi Akuntansi di SMK Muhammadiyah 2 Malang. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas yang berlangsung dalam dua siklus dengan materi yang berbeda. Untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan pada siklus I, pemberian tindakan dilanjutkan pada siklus II. Teknik pengumpulan data 1) aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran berlangsung melalui observasi dengan menggunakan lembar observasi pelaksanaan pembelajaran, 2) hasil belajar siswa diperoleh dari hasil tes, dan 3) data respon siswa terhadap pembelajaran melalui angket. Data-data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif bertujuan untuk mendeskripsikan data secara lengkap dalam bentuk kalimat. Analisis kuantitatif bertujuan sebagai data pendukung pelaksanaan tindakan yang ditunjukkan dalam bentuk angka dan prosentase.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dilihat dari aktivitas guru dan siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II.  Aktivitas guru meningkat sebesar 3,12% dari 93,94% menjadi 97,06%, sedangkan aktivitas siswa meningkat sebesar 9,19% yang semula 84,93% menjadi 94,12%. Hasil belajar siswa dilihat dari ketuntasan belajar secara klasikal meningkat  sebesar 4,17% dari 83,33% pada siklus I menjadi 87,5% pada siklus II. Respon siswa terhadap pembelajaran menunjukkan respon sangat positif dengan nilai skor rata-rata 3,054 dari aspek kebermaknaan, aktivitas siswa dan aktivitas guru selama pembelajaran. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran konstruktivistik model kooperatif TAI (Team Assisted Individualization) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X1 Akuntansi SMK Muhammadiyah 2 Malang.

Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada 1) guru di SMK Muhammadiyah 2 Malang, terutama guru Akuntansi untuk mencoba menerapkan pembelajaran konstruktivistik model kooperatif TAI (Team Assisted Individualization), 2) pihak sekolah lebih melengkapi sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran, 3) guru lebih sering menggunakan model pembelajaran yang berpusat pada siswa dan atau kooperatif agar siswa terbiasa berkelompok dengan teman satu kelas secara menyeluruh.