SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Good Corporate Governance terhadap Return On Asset (ROA) Perusahaan Manufaktur yang Listing di Bursa Efek Indonesia Tahun 2007-2008

Lidwina Septiningsih

Abstrak


ABSTRAK

 

Septiningsih, Lidwina. 2010. Pengaruh Good Corporate Governance terhadap Return On Asset (ROA) Perusahaan Manufaktur yang Listing di Bursa Efek Indonesia Tahun 2007-2008. Skripsi, Jurusan Akuntansi, FE. UM. Pembimbing: (1) DR. Nurika Restuningdiah, S.E, M.Si, Ak. (2) Hj. Yuli Widi Astuti, S.E, M.Si, Ak.

 

Kata Kunci: Mekanisme GCG, Return On Asset

 

Salah satu tujuan penting pendirian suatu perusahaan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan dan memaksimalkan kekayaan pemegang saham melalui peningkatan nilai perusahaan. Dengan nilai perusahaan yang tinggi akan mendorong para investor untuk menanamkan investasi sebanyak-banyaknya pada perusahaan. Salah satu hambatan dalam pencapaian tujuan perusahaan aadalah perbedaan kepentingan antara pemilik perusahaan dan manager yang disebut masalah keagenan (agency problem). Konflik tersebut terjadi karena pemilik perusahaan menginginkan agar perusahaaan mendapatkan laba yang tinggi untuk meningkatkan kemamuran pemilik perusahaan, sedangkan manajemen cenderung mengejar kepentingan diri sendiri dan tidak berdasar pada arah tujuan maksimalisasi nilai perusahaan. Namun, tindakan tersebut dapat dikendalikan dan diminimumkan dengan menerapkan GCG yang konsisten dalam perusahaan yang didukung dengan dua teori utama yaitu stewardship theory dan agency theory.

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh dari mekanisme GCG berupa kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, ukuran dewan komisaris, dan ukuran dewan direksi terhadap kinerja perusahaan yang diproksikan dengan ROA. Penelitian ini menggunakan populasi perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2007-2008 yang tercantum dalam Indonesian Capital Market Directory, sehingga diperoleh sampel 20 perusahaan yang dipilh dengan purposive sampling. Dengan pooled data didapatkan sebanyak 40 data observasi (20 x 2). Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan uji hipotesis t secara parsial.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, ukuran dewan komisaris, dan ukuran dewan direksi tidak berpengaruh terhadap ROA. Hal ini dimungkinkan terjadi karena rendahnya kesadaran penerapan GCG dan GCG bukan satu-satunya faktor pembentuk ROA.

Saran untuk penelitian selanjutnya adalah menambah jumlah sampel yang tidak terbatas pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI saja, serta dapat menggunakan variabel independen lain yang dapat mempengaruhi ROA misalnya ukuran perusahaan atau struktur aktiva perusahaan.

Bagi perusahaan diharapkan menginformasikan keadaan keuangan perusahaan dengan sebenar-benarnya agar laporan keuangan dapat mencerminkan keadaan perusahaan yang sesungguhnya. Selain itu, perusahaan hendaknya memaksimalkan fungsi dari website perusahaan agar tidak menyesatkan investor dalam mengambil keputusan berinvestasi.

Bagi investor diharapkan mempertimbangkan kinerja keuangan perusahaan lainnya ketika akan berinvestasi dengan mengamati variabel lain selain variabel fundamental perusahaan sebagai dasar ketika akan berinvestasi.