SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Two Stay Two Stray (TSTS) Untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Siklus Akuntansi Siswa Kelas X-B SMK PGRI I Pakisaji

Yulia Tri Widayanti

Abstrak


ABSTRAK

 

Widayanti, Yulia Tri. 2010. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Two Stay Two Stray (TSTS) Untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Siklus Akuntansi Siswa Kelas X-B SMK PGRI I Pakisaji. Skripsi, Program Studi Pendidikan Akuntansi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Nurika Restuningdiah, S.E, M.Si, Ak, (II) Dr. Diah Aju Wardhani, S. E, M.Si.Ak

 

Kata kunci : pembelajaran kooperatif model TSTS, aktivitas belajar, kemampuan berpikir kritis

 

Berdasarkan observasi awal dan hasil wawancara peneliti dengan guru mata pelajaran akuntansi di SMK PGRI I Pakisaji dapat disimpulkan bahwa masalah yang teridentifikasi antara lain pelaksanaan pembelajaran akuntansi masih dilaksanakan dengan menggunakan metode ceramah dan pemberian tugas secara kontinyu sebagai metode yang lebih dominan daripada model pembelajaran kooperatif. Kendala lain yang diidentifikasikan adalah kurangnya partisipasi siswa dalam diskusi, siswa tidak berani bertanya atau kurang bisa mengungkapkan pendapat. Masalah-masalah yang terjadi di kelas X-B SMK PGRI I Pakisaji tersebut menunjukkan rendahnya aktivitas siswa dan kemampuan berpikir kritis siswa. Untuk mengatasi hal tersebut, maka diperlukan suatu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa. Metode pembelajaran yang diterapkan salah satunya adalah dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray (TSTS).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat aktivitas belajar siswa meningkat sebesar 13,89%. Hal ini ditunjukkan dengan 63,44% pada siklus I meningkat menjadi 77,33% pada siklus II. Data kemampuan berpikir kritis siswa juga mengalami peningkatan sebesar 15,02% dari 63,89% pada siklus I meningkat menjadi 78,91%.

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray (TSTS) dapat meningkatkan aktivitas belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa. Beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan adalah bagi guru mata pelajaran akuntansi disarankan untuk melakukan menajemen waktu dan guru harus mampu mengelola kelas agar tidak terjadi kegaduhan selama proses pembelajaran berlangsung, serta penerapan pembelajaran kooperatif model TSTS hendaknya disesuaikan dengan materi yang diajarkan dan lingkungan belajar siswa serta ketersediaan waktu yang cukup. Bagi siswa hendaknya lebih aktif dalam melaksanakan proses pembelajaran serta bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian sejenis dalam rangka memperbaiki kualitas pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray (TSTS) dengan subjek penelitian yang berbeda.