SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2008

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh bid-ask spread, market value, dan risk of return terhadap holding period saham (studi pada perusahaan perbankan yang go public di Bursa Efek Indonesia periode 2005-2007)

Andriani Ayu Yustiana

Abstrak


Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan antara variabel Bid-Ask Spread, Market Value, dan Risk of Return terhadap variabel Holding Period saham. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data saham. Populasi dalam penelitian ini adalah saham-saham perusahaan perbankan yang Go Public di Bursa Efek Indonesia periode 2005-2007 sebanyak 26 perusahaan. Sampel yang digunakan adalah keseluruhan jumlah populasi. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Regresi Berganda. Uji regresi linier berganda digunakan untuk menguji pengaruh antara variabel Bid-Ask Spread, Market Value, dan Risk of Return terhadap variabel Holding Period saham baik secara parsial maupun secara simultan.

Penelitian ini bermanfaat untuk menguji keberlakuan dari salah satu teori yang dikembangkan oleh Atkins dan Dyl (1997). Teori tersebut membahas tentang hubungan antara bid-ask spread, market value dan variance return dengan holding period, menjelaskan bahwa periode panjangnya seorang investor menahan saham yang dimilikinya berhubungan dengan bid-ask spread. Bid-ask spread tersebut merupakan fungsi dari biaya transaksi yang harus ditanggung oleh investor dalam melakukan aktivitas investasi di lantai bursa. Bid-ask spread yang besar berarti bahwa biaya transaksi yang harus ditanggung oleh investor menjadi semakin tinggi sehingga akan berpengaruh terhadap keputusan investor dalam menahan sahamnya (holding period). Dalam hal ini investor cenderung lebih lama menahan saham yang dimilikinya, apabila bid-ask spread dari saham tersebut tinggi.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan variabel Bid-Ask Spread, Market Value, dan Risk of Return tidak mempunyai pengaruh terhadap variabel Holding Period saham baik pada periode 2005, 2006, dan 2007. Sedangkan secara parsial hanya variabel bid-ask spread yang mempunyai pengaruh terhadap holding period saham dan hanya pada periode 2007. Hal ini mengindikasikan bahwa para investor lebih memperhatikan variabel-variabel lain diluar variabel-variabel yang diteliti sebagai tolok ukur dalam pengambilan keputusan investasi yaitu  berkaitan dengan fluktuasi harga saham. Variabel yang berpengaruh dominan terhadap holding period saham pada saham-saham perusahaan perbankan yang go public di Bursa Efek Indonesia periode 2005 dan 2007 adalah variabel bid ask spread. Sedangkan pada tahun 2006 variabel yang berpengaruh dominan terhadap holding period adalah variabel market value.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah variabel-variabel lain yang potensial memberikan kontribusi terhadap naik turunnya holding period, menambah periode observasi, dan jumlah sampel penelitian, misalnya untuk semua perusahaan yang go public di Bursa Efek Indonesia, sehingga hasilnya lebih mencerminkan keadaan pasar modal di Indonesia yang sesungguhnya.