SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2008

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh reputasi auditor, reputasi underwriter, dan jenis industri terhadap tingkat underpricing saham perdana pada perusahaan yang melakukan IPO di BEI

Rafika Shinta Pratiwi

Abstrak


Setiap perusahaan untuk dapat menjalankan kegiatan operasionalnya pasti membutuhkan dana atau modal. Kebutuhan akan pendanaan tersebut dapat dipenuhi dari berbagai alternatif sumber, baik dari sumber intern maupun dari sumber ekstern. Pada umumnya untuk sumber pendanaan ekstern, perusahaan akan memilih melakukan emisi saham baru.
    Ketika perusahaan memutuskan untuk go public dan melakukan IPO, maka akan ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Salah satu diantaranya adalah laporan keuangan dua tahun terakhir harus diperiksa oleh akuntan publik dengan unqualified opinion. Perusahaan yang akan go public dan melakukan IPO akan memilih Kantor Akuntan Publik (KAP) yang memiliki reputasi yang baik.
    Pada umumnya perusahaan menyerahkan permasalahan yang berhubungan dengan go public ke banker investasi (underwriter) yang mempunyai keahlian di bidang penjualan sekuritas. Sebagai perantara banker investasi selain berfungsi sebagai pemberi saran, juga berfungsi sebagai pembeli saham dan sebagai pemasar saham ke investor yang akan berinvestasi. Investor yang akan berinvestasi kemungkinan memperhatikan jenis industri dalam mempertimbangkan keputusan investasinya, karena setiap kelompok industri mempunyai karakteristik tertentu yang berbeda dari kelompok industri lain.
        Underwriter dalam hal ini memiliki informasi lebih baik mengenai permintaan terhadap saham-saham emiten, dibanding dengan emiten itu sendiri. Underwriter akan memanfaatkan informasi yang dimilikinya untuk memperoleh kesepakatan yang optimal dengan emiten, yaitu dengan memperkecil risiko keharusan membeli saham yang tidak laku terjual dengan harga murah. Dengan demikian akan terjadi underpricing, yang berarti bahwa penentuan harga saham di pasar perdana lebih rendah dibanding harga saham di pasar sekunder.
        Tujuan penelitian ini, yang pertama adalah untuk menguji apakah reputasi auditor, reputasi underwriter, dan jenis industri secara parsial dan simultan berpengaruh terhadap underpricing saham. Reputasi auditor, reputasi underwriter, dan jenis industri merupakan variabel dummy dalam penelitian ini.
        Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa reputasi auditor, reputasi underwriter, dan jenis industri tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap terjadinya underpricing saham baik secara parsial maupun secara simultan.
    Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk pengujian selanjutnya bisa menggunakan variabel yang lain, seperti reputasi manajer, prosentase kepemilikan saham, financial leverage, kondisi perekonomian, besaran perusahaan, dan pertumbuhan laba.