SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN METODE NUMBERED HEADS TOGETHER SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TERHADAP MATERI AKUNTANSI KELAS XI-IS 1 DI SMAN 1 BADEGAN PONOROGO

DYAH FITRIANA

Abstrak


ABSTRAK

Fitriana, Dyah Hayu. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif dengan Metode Numbered Heads Together (NHT) Sebagai Upaya Meningkatkan Pemahaman Siswa terhadap Materi Akuntansi Kelas XI-IS 1 di SMAN 1 Badegan Ponorogo. Skripsi, Jurusan Pendidikan Akuntansi. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sawitri Dwi Prastiti, S.E., M.Si., Ak., (II) Helianti Utami, S.E., M.Si., Ak

Kata Kunci: pembelajaran kooperatif, metode numbered heads together, pemahaman siswa

Berdasarkan observasi pendahuluan yang dilakukan di SMAN 1 Badegan Ponorogo di kelas XI-IS 1 maka dapat diidentifikasi masalah yang dihadapi oleh siswa yaitu pelaksanaan pembelajaran Akuntansi masih disampaikan dengan metode ceramah sebagai metode yang lebih dominan diterapkan daripada metode pembelajaran kooperatif. Selain itu, siswa mengalami kesulitan memahami materi menyusun lPORn keuNGn (khususnya neraca). Maka dilakukan suatu tindakan perbaikan dalam proses pembelajaran di kelas XI-IS 1 SMAN 1 Badegan, Ponorogo. Tindakan tersebut berupa penerapan suatu metode pembelajaran NHT.

Sebagai upaya untuk mengatasi kesulitan belajar maka peneliti mengadakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang termasuk dalam penelitian tindakan kelas adalah perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Prnelitian Tindakan Kelas ini terdiri dari 2 siklus masing-masing siklus ada 2 pertemuan.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan siklus I bahwa aktivitas siswa menunjukkan taraf keberhasilan 75% dalam kategori cukup baik dan siklus II 97,5% dalam kategori sangat baik. Hasil tes akhir siswa siklus I mencapai 72,54 dan persentase jumlah siswa yang mencapai nilai lebih dari atau sama dengan 70 adalah 69,23%. ini berarti bahwa kriteria keberhasilan yang ditetapkan pada pelaksanaan siklus I belum tercapai secara maksimal. Hasil tes akhir siswa siklus II mencapai 86,063 dan persentase jumlah siswa yang mencapai nilai lebih dari atau sama dengan 70 adalah 90,625%. Ini berarti bahwa kriteria keberasilan yang ditetapkan pada pelaksanaan siklus II tercapai. Respon siswa sangat positif yang diperoleh dari wawancara dan angket respon siswa.

Ada beberapa hal yang disarankan oleh peneliti dalam penerapan pembelajaran kooperatif metode NHT yaitu bagi peneliti hendaknya: (1) memperhatika kesesuaian antara tahapan-tahapan pembelajaran dengan waktu yang digunakan, terutama pada tahapan berpikir bersama dan pemberian jawaban perlu pembatasan waktu yang ketat agar tidak terjadi kemoloran waktu pembelajaran; (2) memperhatikan cara penomoran dan pembentukan anggota kelompok dengan baik, karena penomoran dan pembentukan kelompok akan mempengaruhi kerjasama dan jalannya diskusi dalam kelompok tersebut; (3) menerapkan metode NHT pada kelas heterogen; dan (4) untuk melakukan pengkajian secara mendalam tentang penerapan metode NHT pada materi lain dalam mata pelajaran Akuntansi.