SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH REPUTASI AUDITOR, REPUTASI UNDERWRITER, JENIS INDUSTRI, DAN PERSENTASE KEPEMILIKAN SAHAM TERHADAP TINGKAT UNDERPRICING SAHAM PERDANA PADA PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN IPO DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2006-2008

Riska Shofwatul Maulidiya

Abstrak


ABSTRAK

 

Maulidiya, Riska Shofwatul. 2010. Pengaruh Reputasi Auditor, Reputasi Underwriter, Jenis Industri dan Persentase Kepemilikan Saham Terhadap Tingkat Underpricing Saham Perdana Pada Perusahaan yang Melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2008. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Makaryanawati, S.E, M.Si, Ak. (2) Helianti Utami, S.E, M.Si, Ak.

 

Kata Kunci: Reputasi Auditor, Reputasi Underwriter, Jenis Industri, Persentase

Kepemilikan Saham, Tingkat Underpricing Saham Perdana Suatu perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya tidak akan terlepas dari masalah pemenuhan kebutuhan dana atau modal untuk pembiayaan perusahaannya. Kebutuhan akan pembiayaan dapat dipenuhi dari berbagai sumber, salah satunya adalah menambah jumlah kepemilikan saham dengan penerbitan saham baru dengan cara menawarkan saham perusahaan kepada publik atau masyarakat. Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut telah berubah dari perusahaan pribadi menjadi perusahaan publik atau lebih dikenal dengan go public.

Persyaratan untuk go public salah satunya adalah laporan keuangan dua tahun terakhir harus diperiksa oleh auditor dengan unqualified opinion. Pada umumnya perusahaan yang akan go public memilih untuk menggunakan auditor dan underwriter yang memiliki kualitas tinggi, karena keduanya akan mengurangi tingkat underpricing saham. Underpricing adalah penentuan harga saham di pasar perdana lebih rendah dibanding dengan harga penutupan pada hari pertama yang terjadi di pasar sekunder dengan saham yang sama.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh reputasi auditor, reputasi underwriter, jenis industri, dan persentase kepemilikan saham yang ditawarkan terhadap tingkat underpricing saham perdana. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia tahun 2006 sampai 2008 dan sahamnya mengalami underpricing. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 46 perusahaan yang diperoleh berdasarkan metode purposive sampling. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory (ICMD) dan Jakarta Stock Exchange (JSX) Fact Book. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linier berganda.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa reputasi auditor, jenis industri, dan persentase kepemilikan saham yang ditawarkan tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat underpricing saham perdana, dan hanya variabel reputasi underwriter yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat underpricing saham perdana. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi penelitian selanjutnya dapat menambah variabel lain seperti variable Return On Assets (ROA), Earning Per Shared (EPS), tingkat inflasi, tingkat suku bunga bank, risiko bisnis dan umur perusahaan.