SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Perbedaan Return Saham, Abnormal Return Saham, dan Trading Volume Activity (TVA) Sebelum dan Sesudah Peristiwa Right Issue pada Perusahaan yang Listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2006-2009

Latif Fajar Suprapto

Abstrak


ABSTRAK

 

Suprapto, Latif Fajar. 2010. Analisis Perbedaan Return Saham, Abnormal Return Saham, dan Trading Volume Activity (TVA) Sebelum dan Sesudah Peristiwa Right Issue pada Perusahaan yang Listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2006-2009. Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Hj. Yuli Widi Astuti, S.E., M.Si., Ak. (2) Triadi, S.E., M.Si, Ak.

 

Kata kunci : right issue, return saham, abnormal return saham, dan Trading Volume Activity (TVA)

 

Right issue merupakan salah satu cara yang ditempuh perusahaan untuk memperoleh sumber dana. Right issue akan menyebabkan jumlah saham yang beredar di pasar bertambah dan harga saham perusahaan secara teoritis akan mengalami penurunan. Penambahan jumlah lembar saham yang beredar di pasar akibat emisi right tersebut diharapkan dapat meningkatkan frekuensi perdagangan saham atau likuiditas saham. Untuk menarik minat investor lama biasanya emiten menawarkan harga right issue lebih rendah dari harga pasar.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan antara return saham, abnormal return saham, dan Trading Volume Activity (TVA) sebelum dan sesudah peristiwa right issue pada perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2006 sampai 2009. Penelitian ini merupakan penelitian event study. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan publik di Indonesia yang mengeluarkan kebijakan right issue dan terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2006 sampai 2009 yaitu sebanyak 67 perusahaan sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah semua perusahaan publik di Indonesia yang mengeluarkan kebijakan right issue murni tanpa diikuti kebijakan lain, seperti stock split, warrant, maupun obligasi dan terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2006 sampai 2009 yaitu sebanyak 30 perusahaan. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu harga saham, jumlah saham yang beredar, dan jumlah saham yang diperdagangkan. Metode pengumpulan data yang digunakan dengan cara dokumentasi data sekunder yang diperoleh dari Fact Book dan Indonesian Capital Market Directory. Analisis data yang digunakan adalah statistik parametrik dengan menggunakan paired two sample for mean t-test (uji t) untuk data yang terdistribusi normal dan wilcoxon signed rank test (uji peringkat tanda) untuk data yang terdistribusi tidak normal.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara return saham, abnormal return saham, dan Trading Volume Activity (TVA) sebelum dan sesudah peristiwa right issue pada perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2006 sampai 2009. Berdasarkan penelitian ini maka disarankan dalam penelitian lebih lanjut untuk menggunakan variabel selain return saham, abnormal return saham, dan Trading Volume Activity (TVA) serta mengelompokkan sampel perusahaan menurut kelompok industri yang ada di Bursa Efek Indonesia karena dengan adanya pengelompokan maka dapat diketahui industri mana yang terpengaruh atau tidak terpengaruh dengan adanya pengumuman right issue.

Bagi investor penelitian ini dapat dijadikan gambaran bahwa hendaknya investor tidak menerima begitu saja informasi-informasi dalam pasar modal tetapi mengadakan analisis informasi tersebut agar dapat memprediksi dengan benar apakah informasi tersebut baik atau buruk sehingga dalam mengambil kebijakan investasi lebih tepat dan bisa mendapatkan return maksimal.