SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance terhadap Manajemen Laba pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di BEI Periode Tahun 2007-2008

Sufiyanti .

Abstrak


ABSTRAK

 

Sufiyanti. 2010. Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance terhadap Manajemen Laba pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di BEI Periode Tahun 2007-2008. Skripsi, Jurusan Akuntansi, FE. UM. Pembimbing:(1) Yuli Widi Astuti, S.E, M.Si, Ak.  (2) Satia Nur Maharani, S.E, M.Sa, Ak.

 

Kata kunci: Mekanisme good corporate governance, Manajemen Laba.

 

Laporan keuangan merupakan alat komunikasi antara pihak manajemen dengan pihak eksternal yang terkait dengan perusahaan. Laba adalah bagian dari laporan keuangan yang menjadi perhatian investor dan sering dijadikan sebagai indikator pengukuran kinerja perusahaan. Manajemen selaku agent dan pihak yang lebih banyak memiliki informasi internal perusahaan akan cenderung bertindak oportunistik dengan melakukan manipulasi atas laporan keuangan berupa praktik manajemen laba. Perilaku manajemen ini dapat diminimalisir atau dikurangi dengan penerapan mekanisme good corporate governance.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari mekanisme good corporate governace yang terdiri dari kepemilikan institusional, proporsi komisaris independen, ukuran dewan komisaris dan komite audit terhadap manajemen laba yang diproksi dengan Discretionary Accrual. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI pada tahun 2007-2008. Metode pengumpulan data dilakukan dengan purposive sampling dan diperoleh 21 sampel perusahaan. Dengan pooled data diperoleh 42 data observasi. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan uji asumsi klasik dan uji parsial.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemilikan institusional, proporsi komisaris independen, ukuran dewan komisaris dan komite audit tidak berpengaruh terhadap manajemen laba. Tidak berpengaruhnya mekanisme GCG tersebut dikarenakan penerapan mekanisme GCG dilakukan hanya untuk memenuhi regulasi saja sehingga tujuan pelaksanaannya belum secara efektif dapat dirasakan. Dapat disimpulkan bahwa kepemilikan institusional, proporsi komisaris independen, ukuran dewan komisaris dan keberadaan komite audit belum dapat berfungsi sepenuhnya sebagai cara untuk mengurangi praktik manajemen laba. Oleh karena itu, saran bagi peneliti selanjutnya yaitu:(1) menambah proksi dari mekanisme GCG seperti kualitas audit dan variabel lain seperti ukuran perusahaan dan leverage.(2) perusahaan yang digunakan tidak hanya terbatas perusahaan perbankan, namun jenis perusahaan lainnya seperti asuransi, manufaktur dan telekomunikasi.(3) menambah periode penelitian lebih panjang sehingga pengaruh mekanisme GCG dapat lebih dirasakan dalam mengurangi praktik manajemen laba.