SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

STUDI PELAKSANAAN PEKERJAAN LAPIS PERMUKAAN (SURFACE) AC-BASE, AC-BC, DAN AC-WC PADA PROYEK PEMBANGUNAN JALAN DAN JEMBATAN RUAS WIDANG-GRESIK-SURABAYA

sugeng dwi hartantyo

Abstrak


ABSTRAK

 

Hartantyo, Sugeng Dwi. 2010. Studi Pelaksanaan Pekerjaan Lapis Permukaan (surface) AC-Base, AC-BC, dan AC-WC pada Proyek Pembangunan Jalan dan Jembatan Ruas Widang-Gresik-Surabaya. Proyek Akhir, Jurusan Teknik Sipil, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. H. Bambang Supriyanto, S.T., M.T.

 

Kata kunci: lapis permukaan (surface), lapis AC-Base, AC-BC, dan AC-WC.

 

Lapis permukaan (surface) adalah lapisan yang bersentuhan langsung dengan beban roda kendaraan yang berfungsi menahan akibat beban roda kendaraan. Oleh karena itu digunakan 3 lapis permukaan (surface) yaitu AC-Base, AC-BC, dan AC-WC guna menjaga agar umur jalan tepat pada waktunya.

Tujuan studi lapangan ini adalah: (1) mengetahui proses pelaksanaan pekerjaan lapis permukaan (surface) pada proyek pembangunan jalan ruas Widang-Gresik-Surabaya; (2) mengetahui perbedaan karakteristik antara lapis AC-Base, AC-BC, dan AC-WC berdasarkan proporsi campurannya antara agregat, filler, dan kadar aspal.

Hasil dari studi lapangan menyebutkan bahwa: (1) proses pelaksanaan pembangunan jalan pada Ruas Widang-Gresik-Surabaya meliputi survei, pembongkaran jalan lama, penyiapan badan jalan, pemasangan geotextile, pekerjaan lapis pondasi agregat, dan pekerjaan pengaspalan; (2) karena struktur tanah dasar atau tanah asli yang labil atau mengalami kembang susut yang relatif tinggi maka digunakan metode perbaikan tanah dengan menggunakan geotextile; (3) menggunakan desain 3 lapis timbunan yakni agregat pilihan (selected material) sedalam 35cm, lalu agregat B sedalam 35cm, dan terakhir agregat A sedalam 30cm; (4) lapis permukaannya juga menggunakan 3 lapisan perkerasan yaitu AC-Base dengan ketebalan 8cm, AC-BC dengan ketebalan yang sama yaitu 8cm, dan AC-WC dengan ketebalan yang lebih rendah yaitu 4cm; (5) berdasarkan proporsi campurannya, dapat dilihat bahwa kadar aspal lapis perkerasan AC-WC lebih besar dan memakai agregat dengan gradasi lebih kecil, sehingga permukaan dari AC-WC labih halus dibandingkan dengan AC-Base dan AC-BC. Sebaliknya, untuk lapis perkerasan AC-Base mempunyai kadar aspal paling sedikit dan memakai agregat dengan gradasi lebih besar, sehingga permukaan dari lapis AC-Base lebih kasar dari AC-BC dan AC-WC.

Berdasarkan hasil studi lapangan ini, disarankan: (1) hendaknya setiap detail pekerjaan yang dilaksanakan tiap harinya sampai terselesaikannya proyek benar-benar ditulis apa adanya, agar bila ada suatu permasalahan yang timbul dapat dicari suatu pemecahan yang tidak merugikan ketiga belah pihak sebagai tolok ukur untuk pelaksanaan pekerjaan di masa yang akan dating; (2) sistem pengawasan dan pelaksanaan pekerjaan agar terus ditingkatkan karena berhubungan dengan baik dan tidaknya kualitas pekerjaan yang dilaksanakan; (3) agar pekerjaan berjalan dengan cepat, maka bahan material dan alat-alat yang akan digunakan harus selalu siap sedia setiap saat dan setiap waktu; (4) waktu pelaksanaan pekerjaan di lapangan sebaiknya pekerja lebih memperhatikan keselamatan kerja, yaitu dengan menggunakan peralatan keselamatan kerja.