SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Kuat Lekat Tulangan Bambu Berulir Kawat pada Beton Geopolimer

Nurul Hidayati

Abstrak


ABSTRAK

 

Pembangunan bidang konstruksi semakin berkembang. Hal ini berdampak pada meningkatnya kebutuhan material penyusun beton. Salah satu material penyusun beton adalah semen. Namun proses produksi semen menghasilkan CO2 sehingga kurang ramah lingkungan. Banyak dilakukan riset tentang teknologi beton dengan material yang ramah lingkungan berupa beton geopolimer. Material penyusun geopolimer berupa limbah yang banyak mengandung unsur silika dan alumina. Lumpur bakar Sidoarjo dan fly ash merupakan limbah yang banyak mengandung unsur silika dan alumina. Beton geopolimer memiliki sifat yang getas sehingga diperlukan tulangan untuk menahan gaya tarik. Namun baja merupakan bahan bangunan yang tidak dapat diperbarui. Oleh karena itu perlu dikembangkan material yang mampu mengganti peranan baja sebagai tulangan. Bambu merupakan material alam yang cepat tumbuh, mudah didapatkan di Indonesia, dan bersifat renewable. Bambu juga memiliki sifat mekanis yang baik sehingga dapat dijadikan alternatif pengganti baja. Salah satu persyaratan beton bertulang yaitu adanya lekatan antara tulangan dengan beton. Hilangnya lekatan antara beton dengan tulangan dapat mengakibatkan keruntuhan total pada balok. Oleh karena itu perlu ditinjau nilai kuat lekat antara tulangan dan beton.

Pada penelitian ini ditinjau kuat lekat antara tulangan bambu dengan beton geopolimer. Tulangan bambu yang digunakan berupa tulangan bambu petung yang diberi lilitan kawat. Tulangan baja polos diameter 10 mm dan bambu petung polos digunakan sebagai pembanding. Benda uji berupa silinder beton dengan diameter 100 mm dan tinggi 200 mm. Tulangan ditanam sedalam 150 mm pada beton.

Berdasarkan hasil pengujian diperoleh rata-rata nilai kuat lekat tulangan bambu berulir kawat pada beton geopolimer sebesar 0,21401 MPa. Kuat lekat rata-rata tulangan bambu petung polos sebesar 0,14621 MPa. Sedangkan kuat lekat tulangan baja polos diameter 10 mm rata-rata sebesar 0,41415 MPa. Pemberian ulir kawat pada tulangan bambu petung mampu meningkatkan kuat lekat sebesar 31,68%. Pola runtuh pasca pengujian pull out pada tulangan baja polos, bambu petung polos, dan bambu petung berulir kawat tidak ada perbedaan. Pola runtuh yang terjadi yaitu selip, tercabutnya tulangan keluar tanpa diikuti keruntuhan pada beton.