SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGGUNAAN UKURAN AGREGAT MAKSIMAL NOMOR SARINGAN ½ SEBAGAI AGREGAT KASAR DENGAN BAHAN TAMBAHAN BUTIRAN STYROFOAM PADA ASPAL PORUS

Rizky Taufiqurrohman

Abstrak


ABSTRAK

 

RINGKASAN

 

Taufiqurrohman, Rizky. 2017. Penggunaan Ukuran Agregat Maksimal Nomor Saringan ½ Sebagai Agregat Kasar Dengan Bahan Tambahan Butiran Styrofoam Pada Aspal Porus. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Boedi Rahardjo, M.Pd., M.T., (II) Pranoto, S.T., M.T.

 

Kata Kunci: aspal porus, styrofoam, parameter marshall, cantabro loss,   permeabilitas

 

Aspal porus merupakan jenis perkerasan yang memanfaatkan rongga pada campuran untuk mengalirkan air, jenis perkerasan seperti ini memiliki nilai stabilitas rendah dikarenakan jumlah rongga pada campuran yang besar. Oleh sebab itu penambahan styrofoam bertujuan untuk meningkatkan daya rekat dan nilai stabilitas pada campuran aspal porus. Penambahan styrofoam pada campuran aspal porus dikarenakan styrofoam memiliki sifat termoplastik yang akan meleleh jika dipanaskan dan akan kembali mengeras saat dingin. Penambahan styrofoam diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan nilai struktural dari aspal porus seperti nilai stabilitas, flow dan VIM.

Tujuan penelitian ini untuk: (1) mendeskripsikan karakteristik bahan yang digunakan untuk campuran aspal porus, (2) mendeskripsikan karakteristik aspal porus dengan tambahan butiran styrofoam, (3) mendeskripsikan karakteristik aspal porus melalui pengujian cantabro loss dan permeabilitas.

Metode Penelitian dibagi menjadi 6 tahap, yaitu: (1) persiapan bahan dan pemilihan bahan campuran. (2) pengujian bahan campuran. (3) pembuatan benda uji untuk KAO dengan kadar aspal 4,5%, 5%, 5,5%, 6% dan 6,5%. (4) pengujian benda uji KAO. (5) pembuatan benda uji ditambah butiran styrofoam dengan kadar 0%, 4%, 6%, 8% dan 10%. (6) pengujian parameter marshall (stabilitas, flow, VIM), cantabro loss dan permeabilitas.

Hasil dari penelitian menunjukkan: (1) karakteristik bahan yang digunakan untuk campuran aspal porus secara keseluruhan memenuhi syarat yang ditentukan. Setelah pengujian bahan dilakukan pembuatan dan pengujian marshall untuk mencari nilai kadar aspal optimum, dari hasil pengujian marshall dilakukan analisa nilai kadar aspal optimum dan didapat sebesar 6%. (2) bahan tambah styrofoam mempengaruhi karakteristik aspal porus, nilai stabilitas terbaik pada kadar styrofoam 8% sebesar 650,81 kg, nilai flow berkisar antara 3-5 mm, nilai VIM berkisar antara 20-23%. (3) cantabro loss yang diperoleh dari hasil pengujian memiliki nilai terbaik pada kadar styrofoam 8% sebesar 13,23%, sedangkan Permeabilitas vertikal yang diperoleh dari hasil pengujian memiliki nilai tertinggi pada kadar styrofoam 6% sebesar 0,52 cm/detik.

Kesimpulan dari hasil penelitian yaitu: (1) karakteristik bahan yang digunakan untuk campuran aspal porus cukup baik dan masuk ke dalam syarat yang ditentukan, (2) karakteristik parameter marshall aspal porus dengan penambahan styrofoam menunjukkan adanya perbedaan, (3) karakteristik cantabro loss mengalami peningkatan kualitas dan permeabilitas cenderung stabil.