SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Evaluasi Kinerja Dua Simpang Bersinyal di Jalan Borobudur dan Jalan L. A. Sucipto Kota Malang

Rochmatul Ainiyah

Abstrak


ABSTRAK

 

RINGKASAN

 

Ainiyah, R. 2017. Evaluasi Kinerja Dua Simpang Bersinyal di Jalan Borobudur dan Jalan L. A. Sucipto Kota Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Bambang Supriyanto, S.T., M.T., (II) Pranoto, S.T., M.T.

 

Kata Kunci: kinerja, simpang bersinyal, Jalan Borobudur dan Jalan L. A. Sucipto

 

Perilaku konsumtif masyarakat akan kepemilikan kendaraan pribadi berdampak pada pertumbuhan jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan pertumbuhan prasarana jalan yang ada di Kota Malang. Akibatnya kemacetan, tundaan, kecelakaan dan permasalahan lingkungan tidak dapat dihindari lagi. Selain itu, evaluasi kinerja simpang bersinyal merupakan suatu proses penilaian yang sistematis dan memiliki standart tertentu untuk meninjau ulang dalam memperbaiki program yang bersangkutan pada periode selanjutnya.

Simpang bersinyal di Jalan Borobudur dan Jalan L. A. Sucipto yang dihubungkan oleh Jalan A.Yani merupakan dua simpang yang memiliki jarak kurang dari 300 m. Adanya jarak yang berdekatan ini, terkadang membuat kendaraan yang menuju kota Malang, Kota Batu ataupun Kota Blitar dari arah Surabaya. Kendaraan yang menuju kota tersebut, sering kali tertahan akibat konflik di Jalan Borobudur. Ketika fase hijau berikutnya masih terjadi antrian kendaraan dan mengakibatkan tundaan ganda untuk kendaraan yang berbelok ke kanan.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) kinerja dua simpang bersinyal pada kondisi eksisting di Jalan Borobudur dan Jalan L. A. Sucipto. (2) solusi alternatif pengaturan waktu untuk meningkatkan kinerja dua simpang bersinyal di Jalan Borobudur dan Jalan L. A. Sucipto.

Analisis data pada penelitian ini menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Pengambilan data dilakukan selama 3 hari, yaitu hari Selasa, 25 April 2017 dan Rabu, 26 April 2017 mewakili hari kerja, serta Hari Minggu, 30 April 2017 mewakili hari libur. Penelitian dilakukan selama 3 jam pada pagi hari, siang hari dan sore hari dengan interval waktu 15 menit per jamnya.

Hasil kinerja dua simpang bersinyal di Jalan Borobudur dan Jalan L. A. Sucipto yang dihubungkan oleh Jalan A. Yani saat ini menghasilkan waktu siklus sebesar 180 detik yang dibagi menjadi 4 fase sinyal lalu lintas. Kinerja suatu simpang dapat dilihat pada nilai tundaan, karena nilai tundaan digunakan untuk mengetahui tingkat pelayanan pada suatu simpang. Nilai tundaan saat ini sebesar 52,19 det/smp, sehingga tingkat pelayanan masuk dalam kelas pelayanan jalan E (40,1-60) atau tingkat pelayanan rendah.

Berdasarkan waktu siklus tersebut masih belum cukup untuk mengatasi arus lalu lintas yang terjadi pada saat jam puncak, sehingga dilakukan pengaturan rekayasa 4 fase terlindung dan 4 fase dengan rekayasa geometrik. Waktu siklus yang dihasilkan sebesar 115 detik dan 100 detik. Sedangkan, tundaan yang dihasilkan sebesar 31,06 det/smp dan 28,22 det/smp dengan tingkat pelayanan masuk dalam kelas pelayanan jalan D (25,1-40). Oleh karena itu, penulis menyarankan untuk mengatur kembali waktu siklus berdasarkan LHR dan jam puncak terbaru dengan jangka waktu evaluasi kurang lebih 3 bulan sekali untuk meningkatkan kapasitas simpang bersinyal.