SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Kekuatan Tekan Mortar Dari Campuran Pasir Sungai, Bubuk Pumice dan Semen Portland Tipe II Terhadap Pengaruh Air Laut

Yovi Pramusinta

Abstrak


ABSTRAK

 

Pramusinta,Yovi. 2017. Studi Kekuatan Tekan Mortar Dari Campuran Pasir Sungai, Bubuk Pumice dan Semen Portland Tipe II Terhadap Pengaruh Air Laut. Skripsi, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sonny Wedhanto, M.T, (II) Ir. Edi Santoso, M.T.

 

Kata Kunci :air laut, pumice, mortar

 

Beberapa penelitian terdahulu menyimpulkan bahwa pemberian bubuk pumice (batu apung) pada campuran mortar dapat meningkatkan ketahanan mortar terhadap air laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuikomposisi kimia pumice dan pasir sungai; serta pengaruh pemberian pumice terhadap penyerapan air (absorpsi). Selain itu penelitian ini juga mengevaluasi kuat tekan mortar yang diberi tambahan pumicesetelah terkena pengaruh air laut; komposisi kimia mortaryang diberi pumice jika terkena pengaruh air laut; dan ikatan molekul mortar yang diberi tambahan pumicesetelah terkena pengaruh air laut.

Sampel berupa kubus mortar ukuran 5×5×5 cm3, komposisi campuran 1 semen PPC : 3 pasir berdasarkan perbandingan berat dengan FAS 0,485. Menggunakan dua jenis mortar, yaitu yang ditambahpumicesebesar 5; 10; dan 15% dari berat pasir,serta mortar tanpa diberi pumice sebagai kelompok kontrol. Masing-masing perlakuan menggunakan 20 benda uji; perlakuan dengan merendam sampel kedalam air laut selama 28; 45; dan 60 hari, kemudian diangin-anginkan sampai kering sempurna. Pengujian kekuatantekan menggunakan Compressive Strength of Hydraulic Cements Mortars kapasitas 100 kN dengan ketelitian 0,1 kN.

Hasil-hasil penelitian: (1)Pumice yang digunakan memiliki kandungan SiO2yang relatif tinggi, yaitu mencapai 44,5%; (2) Pasir yang digunakan mengandung (Si)sebesar 24,6%;(3)Nilai absorpsi mortar dengan tambahan pumice rata-rata naik sebesar 7,06% dari mortar normal (tanpa tambahan pumice). (4)Kuat tekan mortar tertinggi terjadi pada mortar yang diberi campuran pumice 5% (MP1)setelah direndam air laut selama 45 hari, besarnyamencapai31,26 MPa; kuat tekan paling rendah adalah mortar yang diberi campuran pumice 15% (MP3) setelah direndam selama 28 harimenggunakan air laut,kekuatan tekannyasebesar 10,79 MPa (5)Semakin lama mortar direndam dalam air laut menyebabkan unsur Ca semakin kecil, yang mengakibatkan kuat tekan mortar menurun; (6) Semakin lama direndam dalam air laut, struktur mortar akan mengalami tegangan dalam yang mengakibatkan mortar pecah dengan sendirinya.