SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) terhadap Tingkat Kecelakaan Kerja pada Proyek Konstruksi di Kota Malang

Diyah Yulistyorini

Abstrak


ABSTRAK

 

Yulistyorini, Diyah. 2017.Pengaruh Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap Tingkat Kecelakaan Kerja pada Proyek Konstruksi di Kota Malang. Skripsi, Program Studi S1 Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ir. H. Sudomo, M.MT. (II) Drs. Made Wena, M.Pd., M.T.

 

Kata kunci: SMK3, kecelakaan kerja, Kota Malang

 

Sistem Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) sangat berpengaruh bagi perusahaan atau tenaga kerja hal tersebut terlihat karena tingkat kecelakaan pada tahun 2011 jumlah tenaga kerja yang mengalami kecelakaan lebih rendah dari tahun sebelumnya (Pangkey, 2012). Pemicu dari kecelakaan kerja tersebut dapat dikarenakan kurangnya kinerja keamanan sehingga dapat mengakibatkan suatu proyek konstruksi mengalami cacat permanen, kurangnya moral pekerja, keterlambatan proyek, pembengkakan biaya, dan konflik antar anggota yang terkait dalam proyek konstruksi (Zahoor dkk, 2016). Pengelolaan K3 yang baik akan mengurangi potensi terjadinya kecelakaan kerja yang melibatkan tenaga kerja. Hendaknya keselamatan dan kesehatan tenaga kerja pada proyek konstruksi menjadi prioritas utama yang harus diperhatikan.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh proyek pembangunan gedung yang berada di Kota Malang. Jumlah sample yaitu 7 proyek untuk penelitian ini adalah proyek kelas besar yang ada dikota malang, dimana masing-masing responden akan mengisi kuesioner. Pada penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data primer dan sekunder.Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif, dan teknik analisis regresi.

Hasil pencapaian penerapan SMK3 pada proyek di Kota Malang sebesar 2,89 termasuk dalam kategori “baik”, untuk sub variabel penerapan SMK3 diperoleh dengan nilai 2,91 termasuk dalam kategori “baik”, sub variabel pengawasan SMK3 diperoleh dengan nilai 2,82 termasuk dalam kategori “baik” dan sub variabel evaluasi SMK3 diperoleh dengan nilai 3,08 termasuk dalam kategori “baik” hal tersebut mengindikasikan bahwa penerapan SMK3 terhadap kecelakaan kerja sudah pada tingkat penerapan baik. Sistem manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) berpengaruh terhadap kecelakaan kerja di Kota malang, tanpa adanya SMK3 maka jumlah pekerja yang mengalami kecelakaan kerja lebih banyak.