SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGOLAHAN AIR LIMBAH GREY WATER DARI GEDUNG BERTINGKAT DI UNIVERSITAS NEGERI MALANG DENGAN MENGGUNAKAN VERTICAL SUB-SURFACE FLOW CONSTRUCTED WETLANDS (STUDI KASUS DI GEDUNG ASRAMA PUTRI UNIVERSITAS NEGERI MALANG)

Arum Kumala Puspasari

Abstrak


ABSTRAK

 

Puspasari, Arum, Kumala. 2017. Pengolahan Air Limbah Greywater dari Gedung Bertingkat di Universitas Negeri Malang dengan Menggunakan Vertical Subsurface Flow Constructed Wetlands. Skripsi, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1)Anie Yulistyorini, M.Sc. PhD, (II) Drs. Mujiyono, M.Pd.

 

Kata Kunci : wetland, constructed wetland, vertical subsurface flow, pengolahan limbah cair, greywater

 

Program green campus di perguruan tinggi Indonesia saat ini sedang menjadi  perhatian. Beberapa kampus besar seperti UI, UNS, ITS, dan UNDIP telah membuktikan upaya penerapan green campus pada lingkungan dan kegiatan akademiknya dengan disiplin dan baik. Berbagai prestasi menjadi bukti keseriusan kampus-kampus ini dalam mengelola lingkungan kampusnya sehingga pantas untuk menyandang sebagai kampus hijau. Bercermin pada kampus-kampus besar tersebut, Universitas Negeri Malang juga perlu merintis konsep green campus di dalam lingkungannya.

Upaya penggunaan paving block, penerapan car free day di hari Jumat dan pemanfaatan lahan terbuka untuk taman hijau merupakan wujud dari pengupayaan green campus di Universitas Negeri Malang. Namun beberapa aspek seperti efisiensi penggunaan air dan upaya pengolahan limbah masih belum terlaksana secara optimal. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah permasalahan limbah cair yang dihasilkan dari gedung-gedung UM. Dari beberapa gedung, gedung asrama menghasilkan air limbah paling banyak dibandingkan dengan gedung perkantoran dan perkuliahan lainnya. Air limbah yang dihasilkan dari kegiatan mandi, cuci, dan masak yang mencapai 27.072 liter/hari akan sangat bermanfaat apabila dapat diolah dan digunakan kembali.

Dari permasalahan tersebut, metode pengolahan air limbah dengan sistem Vertical Subsurface Flow Constructed Wetland (VSSFCWS) dengan tanaman kangkung air (Ipomoea aquatica) dapat menjadi solusi untuk menunjang konsep green campus ditinjau dari segi pengelolaan air limbah di dalam kampus. Konstrusksi yang mudah, sistem sederhana dengan biaya murah merupakan keunggulan sistem pengolahan air limbah ini. Constructed wetland dibuat dengan skala laboratorium. Tujuan penulisan Skripsi ini adalah membuat desain VSSFCWS dalam skala laboratorium dan mengetahui pola kerja pada sistem pengolahan limbah ini, serta mengetahui hasil effluent air limbah greywater dari gedung asrama putri UM setelah melalui proses pengolahan.

Dari hasil pengujian diperoleh nilai efisiensi penurunan kadar polutan BOD hingga 91,7%, TSS 95,58%, Amonium 100%, Fosfat 99,25%, dan Escherichia coli 78,14%. Dengan persentase yang demikian dapat disimpulkan bahwa metode pengolahan air limbah ini dapat bekerja dengan baik dan memungkinkan untuk diterapkan pada bangunan bertingkat, khususnya gedung asrama putri Universitas Negeri Malang. Di samping itu, air hasil pengolahannya dapat dimanfaatkan untuk keperluan air bersih, toilet flushing, penyiraman taman maupun halaman, dan pengisian air tanah.