SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Ketidakseragaman Mutu Beton terhadap Kinerja Kolom Akibat Beban Lateral

Gista Prasiwi

Abstrak


ABSTRAK

 

Prasiwi, Gista. 2017. Pengaruh Ketidakseragaman Mutu Beton terhadap Kinerja Kolom Akibat Beban Lateral. Skripsi, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. B. Sri Umniati, M.T (II) M. Mirza Abdillah Pratama, S.T., M.T.

 

Kata kunci: Beton Gradasi, Kolom, Simpangan, Beban Lateral

 

Pada setiap perencanaan, elemen struktur beton selalu diasumsikan memiliki mutu beton yang seragam diseluruh bagian beton tersebut. Pada kenyataannya, beton merupakan material komposit, yang dapat menyebabkan ketidakseragaman kekuatan beton sepanjang ketinggian beton tersebut. Hal tersebut disebabkan oleh peristiwa segregasi dan bleeding. Material penyusun beton yang berukuran besar dan berat seperti agregat kasar cenderung turun ke dasar elemen karena ketidakmampuan dalam mengikat campuran air dari adukan, sehingga air naik ke permukaan elemen beton tersebut. Hal tersebut cenderung terjadi pada elemen tinggi seperti kolom, yang dapat disebabkan oleh tinggi jatuh pada saat pengecoran.

Kolom merupakan elemen struktur beton yang berfungsi menahan beban aksial dan beban lateral yang bekerja untuk menghindari kegagalan yang dapat mengakibatkan keruntuhan struktur bangunan. Pada penelitian ini dianalisis seberapa signifikan pengaruh ketidakseragaman mutu beton terhadap kinerja kolom akibat beban lateral secara eksperimental dan analisis program non-linear. Pengujian eksperimental dilakukan dengan membuat benda uji berupa elemen struktur kolom, dengan mutu beton seragam dan tidak seragam, masing-masing sebanyak satu buah. Kolom seragam dibuat dengan mutu rencana 30 MPa, sedangkan kolom gradasi dibuat dengan mutu rencana 20 MPa pada bagian bawah dan 30 MPa pada bagian atas. Pengujian hammer dilakukan untuk melihat ketidakseragaman mutu beton pada spesimen kolom dan daerah transisi antara mutu beton yang tinggi dengan mutu beton yang rendah. Pengujian lebih lanjut dilakukan dengan memberikan beban lateral pada kolom. Hasil uji eksperimental berupa simpangan kolom dan beban lateral maksimum yang dapat ditahan oleh kolom, dievaluasi dengan hasil analisis elemen dengan program Strand7.

Hasil hammer test pada kolom seragam membentuk pola sesuai dengan fungsi ketinggian, dimana semakin tinggi jarak dari dasar kolom maka semakin kecil kuat tekan yang dihasilkan. Pada kolom gradasi, hasil hammer test sesuai dengan rencana, dimana semakin tinggi jarak dari dasar kolom, semakin tinggi kuat tekan beton yang dihasilkan. Kolom gradasi mampu menahan beban lateral maksimum 15,93% lebih rendah dari beban lateral maksimum yang mampu ditahan oleh kolom seragam. Simpangan yang terjadi pada kolom gradasi 3,47% lebih kecil dari simpangan yang terjadi pada kolom seragam. Hasil eksperimental dan hasil analisis program menunjukkan perbedaan, dikarenakan program Strand7 hanya menganalisis elemen struktur pada kondisi elastis. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja kolom gradasi lebih rendah dari kolom seragam.