SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Perbandingan Penggunaan Zeolit Alam dan Abu Terbang sebagai Filler pada Hot Rolled Sheet-Wearing Course (HRS-WC).

iwan ridwan ridwan

Abstrak


ABSTRAK

 

Kerusakan jalan raya sebagian besar diakibatkan oleh konstruksi jalan yang tidak sesuai dengan pemakaian beban berlebih (over load), dan konstruksi jalan yang tergenang air sebagai akibat curah hujan di Indonesia yang tinggi. Inovasi untuk mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan dengan melakukan penelitian mengenai penggunaan material, bahan-bahan alternatif, dan bahan-bahan modifikasi. Peneliti mencoba untuk membandingkan filler abu terbang dan zeolit alam pengganti filler semen portland sebagai upaya mewujudkan usaha untuk mengurangi kerusakan jalan raya agar konstruksi jalan lebih kuat dan tahan lama. Tujuan penelitian ini untuk: 1) Mengetahui hasil uji Marshall antara filler zeolit alam dan abu terbang pada campuran HRS-WC meliputi stabilitas, flow, VIM, VMA, VFB, MQ, dan density, 2) Mengetahui peran unsur kimia filler zeolit alam dan abu terbang terhadap hasil uji Marshall.

Dalam penelitian ini menggunakan jenis campuran HRS-WC dengan jumlah pembagian total benda uji sebanyak 24 buah benda uji, 15 buah benda uji untuk menentukan nilai KAO dengan penentuan  kadar aspal 6%, 6,5%, 7%, 7,5%, 8%, dan 9 buah benda uji untuk menentukan perbandingan parameter Marshall filler. Berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan filler PC didapatkan nilai KAO sebesar 7,75%. Perbandingan parameter Marshall terhadap filler semen PC, abu terbang, dan zeolit alam berdasarkan nilai KAO menggunakan kadar filler masing-masing 8%.

Berdasarkan hasil penelitian yaitu: 1) Nilai parameter Marshall filler abu terbang adalah sebagai berikut: nilai stabilitas diperoleh sebesar 1661,809 kg, flow sebesar 3,06 mm, VIM sebesar 5,735%, VMA sebesar 20,140%, VFB sebesar 71,58%, MQ sebesar 543,665 kg/mm, dan density sebesar 2,268 g/cc, sedangkan filler zeolit alam nilai stabilitas diperoleh sebesar 1416,261 kg, flow sebesar 3,97 mm, VIM sebesar 5,149%, VMA sebesar 19,508%, VFB sebesar 73,61%, MQ sebesar 356,740 kg/mm, dan density sebesar 2,282 g/cc, 2) Peran unsur kimia pada filler abu terbang lebih baik dari zeolit alam hal itu karena unsur kimia dominan yang terdapat pada abu terbang memiliki persentase yang lebih besar dari zeolit alam, yaitu: kandungan Ca sebesar 15,9%, Al sebesar 13%, dan Fe sebesar 31,9%, berbeda dengan zeolit alam kandungan Ca hanya mencapai 11,5%, Al sebesar 8,0%, dan Fe sebesar 17,9%. Unsur kimia dominan terebut memberikan daya absorpsi dan daya ikat pada campuran.