SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Dampak Lalu Lintas Pada Akses Jalan Keluar Masuk Tol Mapang-Pandaan Terhadap Jalan Ki Ageng Gribig Kota Malang.

Fefrin septiana safitri

Abstrak


ABSTRAK

 

Pembangunan infrastruktur baru mulai banyak dilakukan, salah satunya Jalan Tol Malang-Pandaan yang rencananya melalui wilayah Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang dan Kota Malang memiliki exit tol pada Jalan Ki Ageng Gribig Kota Malang. Lokasi exit tol jalan Tol Malang-pandaan akan menyebabkan dampak lalulintas terhadap kawasan Jalan Ki Ageng Gribig kota Malang dan memungkinkan menimbulkan terjadinya permasalahan lalulintas pada simpang serta ruas lokasi exit tol.

Tujuan penelitian untuk mengetahui bangkitan kendaraan dari Jalan tol Mapan terhadap jalan Ki Ageng Gribig, mengetahui dampak dari bangkitan kendaraan terhadap ruas jalan dan simpang lokasi exit tol, memberi solusi terhadap dampak lalulintas yang ditimbulkan serta mengetahui tingkat pelayanan ruas serta simpang lokasi exit tol lima dan sepuluh tahun mendatang.

Jumlah bangkitan kendaraan diperoleh dari analisis kurva diversi nisbah waktu tempuh sebanyak 2652 kend/jam dengan rincian kendaraan ringan keluar tol 770 kend/jam dan kendaraan berat 396 kend/jam serta kendaraan ringan masuk tol 711 kend/jam dan kendaraan berat 775 kend/jam.

Nilai derajat kejenuhan simpang jalan Ki Ageng Gribig-Jalan Danau Jongge kondisi eksisting 0,89 dengan kapasitas sisa 430 smp/jam berarti kinerja A, simpang jalan Ki Ageng Gribig-Madyopuro sudah dalam titik jenuh 1,04 dengan kapasitas sisa -94 smp/jam berarti kinerja F. Setelah beroperasinya tol Mapan, simpang lokasi exit tol yaitu jalan Ki Ageng Gribig-Jalan Danau Jongge-Tol Mapan memiliki derajat kejenuhan 1,15 dengan kapasitas sisa -740 smp/jam berarti kinerja F. Simpang Jalan Ki Ageng Gribig-Madyopuro 1,27 dengan kapasitas sisa -643 smp/jam. Kondisi eksisting ruas jalan Ki Ageng Gribig memiliki derajat kejenuhan 0,40 sehingga kinerja ruas A. Setelah beroperasinya jalan tol Mapan memiliki derajat kejenuhan 0,58 kategori A. Perbaikan simpang exit tol menggunakan simpang sinyal, hasil perencanaan simpang bersinyal 4 fase terlindung menghasilkan nilai IFR 0,65 smp/jam dan derajat kejenuhan 0,80 serta tundaan rata-rata 25,0 det/smp sehingga tingkat pelayanan C. Ruas jalan Ki Ageng Gribig tahun 2028 mencapai batas titik jenuh yaitu 1,01. Simpang lokasi exit tol telah mencapai batas titik jenuh pada tahun 2023 dengan tundaan 52,4 det/smp dan pada tahun 2028 tundaan simpang mencapai 58,4 det/smp.

Berdasarkan hasil penelitian, beroperasinya tol memiliki dampak menurunkan kinerja ruas dan simpang walaupun telah dilakukan perubahan geometrik sehingga diperlukan perubahan pengaturan simpang untuk mengantisipasinya.