SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbandingan Kinerja Filler Zeolit Alam dengan Kapur Padam dalam Campuran Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC).

Tamara Belgis Faradilla

Abstrak


ABSTRAK

 

Pertumbuhan volume lalu lintas yang meningkat seiring dengan bertambahnya perindustrian otomotif yang meningkat menyebabkan dampak penggunaan jalan yang tidak sesuai dengan pemakaian yang berlebihan (overload) yang ditambah dengan genangan air di atas pemukaan jalan akibat tingginya curah hujan di Indonesia. Peneliti mencoba membandingkan filler zeolit alam dan kapur padam  sebagai  bahan pengisi (filler) alternatif sebagai usaha mengurangi kerusakan jalan raya agar konstruksi jalan lebih tahan lama dan sebagai bahan pengganti portland cement (PC). Penggunaan zeolit alam dan kapur padam sebagai bahan pengisi (filler) alternatif pada Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) memberikan banyak keuntungan yaitu: harganya yang ekonomis, ramah lingkungan, dan ketersediaan bahan alamnya yang melimpah dapat menghasilkan suatu produk unggulan dibandingkan produk sebelumnya.

Tujuan penelitian ini yaitu: 1). Untuk mengetahui hasil uji maarshall antara zeolit alam dan kapur padam terhadap kinerja campuran AC-WC, 2). Untuk mengetahui peranan unsur-unsur kimia filler zeolit alam dan kapur padam pada campuran AC-WC terhadap hasil uji parameter marshall.

Berdasarkan hasil pengujian yaitu: 1). Dengan menggunakan KAO 6,75% didapat uji parameter marshall nilai stabilitas  filler kapur padam sebesar 1609,36 kg, nilai flow sebesar 3,07 kg/mm, nilai VIM sebesar 524,79%, VMA sebesar 17,26%, VFA sebesar 71,34% dan nilai MQ sebesar 524,79 kg/mm, dan untuk filler zeolit alam didapatkan nilai stabilitas sebesar 1455,72 kg, nilai flow 2,77 mm, nilai VIM sebesar 3,97%, nilai VMA sebesar 16,18%, nilai VFA sebesar 75,43%, dan nilai MQ sebesar 526,16 kg/mm, 2). Peran unsur kimia pada filler kapur padam dan zeolit alam memberikan daya ikat (pozzolanic) dan penyerapan (absorpsi) pada campuran, hal itu disebabkan adanya unsur Ca, Si yang dominan yang sama terdapat pada filler portland cement (PC).