SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan dan Penyusutan Tanah Lempung Yang Distabilisasi dengan Kapur Akibat Perubahan Kadar Air

Ana Lailatul Isnainiah

Abstrak


ABSTRAK

 

Isnainiah, Ana Lailatul. 2017. Pengembangan dan Penyusutan Tanah Lempung Yang Distabilisasi dengan Kapur Akibat Perubahan Kadar Air. Skripsi, Program Studi S1 Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Ir. I Wayan Jirna, M.T. (II) Drs. Eko Setyawan, S.T., M.T.

 

Kata Kunci: pengembangan dan penyusutan tanah, stabilisasi, kadar air

 

Berdasarkan penelitian pendahuluan diketahui Indeks Plastisitas tanah di Ngawi sebesar 25,03%, sehingga tanah tersebut cenderung memiliki sifat mekanis tanah yang terganggu. Tanah yang terganggu ditandai dengan pengembangan dan penyusutan tanah akibat perubahan kadar air. Oleh karena itu untuk memperbaiki sifat kembang susut tanah tersebut salah satu alternatif yang baik dilakukan dengan cara stabilisasi tanah.Penelitian inidiharapkan dapat (1) Mengetahui perubahan karateristik tanah lempung Ngawi yang distabilisasi dengan penambahan kapur sebesar 0%, 10%, 20% 30%, dan (2) Mengetahui besarnya perubahan volumetrik pengembangan dan penyusutan tanah yang distabilisasi kapur dan pengaruh perubahan kadar air tanah.

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptifkuantitatifdengan penelitian eksperimental.Tahapan penelitian meliputi (1) Pengujian sifat fisik tanah dan (2) Pengujian pengembangan dan penyusutan. Pengujian sifat fisik tanah terdiri dari uji batas cair, batas plastis dan indeks plastisitas. Pengujian  pengembangan dan penyusutan diukur dengan menggunakan jangka sorong dan dilakukan uji besarnya kadar air pada tiap sampel benda uji.

Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Semakin besar persentase penambahan kapur maka karakteristik tanah semakin baik, dengan persentase kapur sebesar 0% menghasilkan nilai IP 25,03%. Perubahan secara signifikan terjadi pada IP tanah setelah penambahan kapur 30% sebesar 3,07%. (2) Semakin besar penambahan persentase kapur pada tanah perubahan volumetrik dari pengembangan maupun penyusutan tanah cenderung berkurang. Nilai pengembangan volumetrik pada persentase kapur 0% sebesar 9,671% dengan kadar air sebesar 27,756%. Selanjutnya distabilisasikan dengan persentase kapur 30% menghasilkan nilaikembang volumetrik tanah sebesar 4,145% dengan kadar air 17,473%. Sedangkan penyusutan nilai volumetrik pada persentase kapur 0% sebesar 12,546% dengan kadar air 28,579%. Namun setelah penambahan persentase kapur 30% penyusutan volumetrik sebesar 8,424% dengan kadar air 21,793%.