SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penggunaan Variasi Kadar Calcium Carbonate (CaCO3) sebagai Self Healing Agent pada Mortar dengan Campuran Abu Sekam Padi (RHA)

Adinda Rahmatia

Abstrak


ABSTRAK

 

Retak menyebabkan penurunan daya tahan bangunan. Perbaikan retak yang kecil dan berada di lokasi yang sulit dijangkau akan sulit dilakukan. Selain itu perbaikan retak pada beton dan mortar memerlukan biaya yang sangat besar. Untuk itu diperlukan sebuah teknologi preventive berupa penyembuhan sendiri pada retak dan teknologi yang bisa menekan biaya perbaikan retak. Calcium carbonate (CaCO3) sebagai salah satu healing agent yang memiliki kemanjuran dan kompabilitas yang baik dalam penyembuhan keretakan . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar optimum calcium carbonat (CaCO3) sebagai self healing agent pada mortar dengan campuran abu sekam padi, ditinjau dari kuat tekan mortar, kepadatan mortar dengan uji UPV (Ultrasonic Pulse Velocity Test), serta lebar retak dengan investigasi makroskopik. Penelitian ini menggunakan benda uji mortar dengan variasi kadar calcium carbonate (CaCO3) sebesar 8% (M1), 10% (M2), dan 12% (M3) dengan dimensi 15x15x15cm. Uji kuat tekan dilakukan dengan memberikan beban sebesar 0,6fc’, kemudian dilakukan perawatan selama 14 hari untuk mendapatkan nilai kuat tekan hancur. Tingkat penyembuhan keretakan dilakukan dengan membandingkan kepadatan dan lebar retak sebelum dan setelah healing process menggunakan uji UPV dan investigasi makroskopik.

Hasil penelitian menunjukkan nilai kuat tekan mortar  pada umur 28 hari akan memiliki nilai yang lebih besar  jika terjadi proses healing dibandingkan mortar yang tidak mengalami healing process, yaitu dengan kadar CaCO3 sebesar 12%, dengan persentase selisih kuat tekan sebesar 7,2 %. Kuat tekan mortar pada umur 42 hari akan memiliki nilai yang lebih kecil dibandingkan dengan mortar yang telah mengalami healing process pada tiap variasinya, selisih kuat tekan yang paling besar terjadi pada mortar dengan kadar 12%, dengan persentase selisih kuat tekan sebesar 86,2 %. Hasil uji UPV menunjukkan persentase perubahan kecepatan gelombang pada mortar umur 28 hari tiap variasinya yaitu sebesar 0.18%, 0,28%, 0,53%, sedangkan untuk mortar dengan umur 42 persentase kenaikan tiap variasinya sebesar 1,34%, 1,60%, dan 2,11%. Hasil investigasi makroskopik menunjukkan kecepatan penyembuhan keretakan dilihat dari perubahan lebar retak setelah healing process terdapat pada mortar dengan kadar CaCO3 sebesar 12%. Sehingga kadar optimum CaCO3 sebagai healing agent yaitu sebesar 12% pada umur mortar 42 hari.