SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Variasi Suhu Pemadatan Optimal Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) dengan Filler Tailing Terhadap Parameter Marshall

muhammad febry in'ami

Abstrak


ABSTRAK

 

Ami, Muhammad Febry in. 2017. Variasi Suhu Pemadatan Optimal Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) dengan Filler Tailing Terhadap Parameter Marshall. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Bambang Supriyanto, S.T., M.T., (II) Pranoto, S.T., M.T.

 

Kata Kunci: variasi suhu pemadatan, fillertailing, AC-BC, karakteristikmarshall

Pada kontruksi jalan raya suhu dari pemadatan tersebut sangat berpengaruh dari nilai parameter Marshall yang dihasilkan. Apabila suhu saat pencampuran terlalu tinggi, aspal akan mengalami kehilangan sifat viskositasnya dan bila suhu pencampuran kurang aspal tidak bisa merekat dengan baik di campuran agregat material.

Tailing hasil penambangan emas umumnya mengandung mineral tidak aktif seperti kuarsa, karbonat dan berbagai jenis aluminosilikat, serta ada juga yang masih mengandung emas dari limbah tailing yang dihasilkan penambang tradisional. Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh suhu pemadatan dengan campuran filler tailing dapat diharapkan meningkatkan dan sebagai solusi dari meningkatkan karakteristik campuran beton aspal terhadap sifat marshall, sehingga akan meningkatkan nilai struktural dari lapisan perkerasan seperti nilai stabilitas, flow, MQ, VIM, VMA.

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui berapa kadar aspal optimum (KAO) untuk campuran beton aspal lapisan AC-BC dengan campuran filler tailing, terhadap parameter marshall, (2) Mengetahui berapa suhu pemadatan yang optimal untuk campuran beton aspal lapis AC-BC dengan campuran filler tailing, terhadap parameter marshall.

Metode Penelitian dibagi menjadi  tahap, yaitu (1) Persiapan bahan dan pemilihan bahan campuran. (2) Pengujian bahan campuran. (3) Pembuatan benda uji. (4) Pengujian benda uji KAO lalu dilanjutkan variasi suhu.

Hasil dari penelitian ini: (1)Kadar aspal optimal dari hasil pengujian marshall diperoleh kadar aspal yang akan digunakan pada kadar aspal yaitu 5,5%  dari berat keseluruhan agregat benda uji.(2) Suhu pemadatan optimal dengan filler tailling dari hasil uji marshall berada pada suhu 130ºC.