SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbandingan Sifat Fisik dan Mekanik Tanah Tuban Yang Di Stabilisasi Menggunakan Bahan Abu Ampas Tebu Dan Kapur

Rizki Maulid Abdillah

Abstrak


ABSTRAK

 

Pengertian Tanah dalam Mekanika Tanah adalah mencakup semua bahan dari tanah lempung (clay) sampai batu yang besar. Dapat disimpulkan bahwa tanah adalah campuran partikel-partikel yang terdiri dari salah satu atau seluruh jenis  diantaranya.. Hasil pengujian pendahuluan tanah di dusun Pancur Kecamatan WidangKabupaten Tuban memiliki nilai IP = 18,66% dan diklasifikasikan ke dalam kelompok AASHTO A-7-5(2). Keadaan tanah tersebut kurang menguntungkan untuk suatu bangunan atau konstruksi karena mempunyai nilai indeks plastisitas tanah > 17. Hal ini mengakibatkan berbagai masalah pada konstruksi diatasnya seperti kerusakan sejumlah titik ruas jalan raya dan keretakan pada dinding bangunan. Oleh karena itu, tanah lempung tersebut memerlukan perbaikan secara fisik maupun mekanis.

Penelitian  ini bertujuan (1) untuk mengetahui sifat fisik tanah setelah distabilisasi dengan presentase campuran Abu Ampas Tebu 0%, 5%, 10%, 15%, 20% dan kapur 0%, 20%, 15%, 10%, 5%, (2) mengetahui Nilai CBR tanah dengan penambahan bahan stabilisasi dengan presentase campuran Abu Ampas Tebu 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, dan kapur 0%, 20%, 15%, 10%, 5%.Rancangan penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksperimental yang disajikan dalam bentuk tabel dan grafik-grafik hubungan. Penambahan bahan stabilisasi berupa Abu Ampas Tebu sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%, serta dengan bahan stabilisasi berupa kapur 0%, 20%, 15%, 10%, dan 5%. Penambahan bahanAbu Ampas Tebu dan kapur dengan total sampel benda uji sebanyak 60 buah. Parameter yang diuji dalam penelitian ini meliputi LL, PL, SL, dan Uji CBR (California Bearing Ratio).

Semakin besar presentase penambahan Abu ampas tebu Pada Presentase penambahan Abu ampas Tebu sebesar 20% dan kapur 5%  menurunkan batas cair (LL) dari 72% menjadi 57%. Nilai Batas Plastis (PL) dari 40,74%  menjadi 34,19% dan nilai indeks plastisitas (IP) dari 31% menjadi 22,81%. Nilai IP yang diperoleh masih >17, sehingga dapat dikatakan tanah lempung masih memiliki sifat plastisitas yang tinggi.

Nilai CBR pada tanah asli atau prosentase 0% sebesar 0,73% setelah di uji tekan, setelah di stabilisasi dengan Abu Ampas Tebu sebesar 20% dan kapur sebesar 5%  menghasilkan nilai CBR sebesar 2,19%. Hal ini menunjukkan semakin besar penambahan Abu ampas tebu dan kapur, Semakin Besar juga nilai CBR yang diperoleh.