SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Eksperimental Kuat Lekat Pasangan Beton Ringan Aerasi (Autoclaved Aerated Concrete) dengan Variasi Ketebalan Thin Bed Mortar

Achmad Ubaidillah Haqi

Abstrak


ABSTRAK

 

Kekuatan dan kekakuan struktur dalam menahan gempa sangat bergantung pada sifat-sifat rangka struktur, dinding pengisi, dan kekakuan relatif kedua komponen tersebut. Keberadaan dinding pengisi memberikan kontribusi berupa kekakuan terhadap beban horizontal. Seiring perkembangan teknologi bahan bangunan, dinding pengisi dapat disusun menggunakan bata ringan AAC. Ketebalan optimum thin bed mortar pada pasangan bata ringan yang berfungsi sebagai struktur masih memerlukan berbagai kajian, salah satunya tentang daya lekat mortar. Selain itu, pemasangan bata ringan di lapangan seringkali tidak simetris. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan penelitian untuk mengetahui nilai kuat lekat pasangan bata ringan dengan variasi ketebalan thin bed mortar dan panjang bidang lekatan, serta mengetahui ada atau tidaknya interaksi antara kedua variabel tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan variasi ketebalan

thin bed mortar 2 mm, 3 mm, 4 mm dan variasi panjang bidang lekatan 1/3 bata (100 mm), 1/2 bata (150 mm), 2/3 bata (200 mm). Objek penelitian untuk pengujian kuat lekat menggunakan pasangan 3 bata ringan dan thin bed mortar dengan faktor air semen 0,25. Bata ringan AAC yang digunakan berukuran 300×100×50 mm. Jumlah keseluruhan benda uji sebanyak 45 dengan 5 benda uji untuk setiap kelompok variabel. Pengujian dilakukan menggunakan UTM (Universal Testing

Machine) dengan beban 0,5 kN untuk setiap interval pembebanan hingga benda uji mengalami kehancuran. Hasil pengujian kuat lekat dianalisis dengan uji two-way

ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan rerata kuat lekat pasangan bata ringan dengan variasi ketebalan thin bed mortar secara signifikan. Nilai kuat lekat tertinggi terdapat pada benda uji dengan ketebalan thin bed mortar 3 mm pada panjang bidang lekatan 1/3 bata, 1/2 bata dan 2/3 bata berturut-turut sebesar 0,432 MPa, 0,361 MPa, dan 0,284 MPa. Ada perbedaan yang signifikan pada rerata kuat lekat pasangan bata ringan dengan variasi panjang bidang lekatan. Tidak ada interaksi yang signifikan antara kedua variabel tersebut. Model keruntuhan pada bata ringan terjadi pada ketebalan thin bed mortar 3 mm. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa pasangan bata ringan dengan ketebalan thin

bed mortar 3 mm mampu menahan gaya geser horizontal dibandingkan ketebalan 2 mm dan 4 mm.