SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengelolaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Untuk Pekerja Dalam Proyek Konstruksi: Studi pada One Galaxy Mixed Used Development Phase 1, Surabaya

Gema Anugerah Pakarti

Abstrak


ABSTRAK

 

Pakarti, Gema Anugerah. 2017. Pengelolaan Keselamatan dan Kesehatan KerjaUntuk Pekerja Dalam Proyek Konstruksi: Studi pada One Galaxy MixedUsed Development Phase 1, Surabaya. Skripsi, Jurusan Teknik Sipil,Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. N.Bambang Revantoro, S.T, M.T, (II) Drs. Made Wena, M.Pd, M.T.

 

Kata Kunci: Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Proyek Konstruksi, FaktorPenghambat

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara umum di Indonesia masihsering terabaikan. Hal ini ditunjukan dengan masih tingginya angka kecelakaankerja. Data dari BPJS Ketenagakerjaan akhir tahun 2015 menunjukkan telah terjadikecelakaan kerja sejumlah 105.182 kasus dan 31,9 % terjadi pada sektor konstruksi.Salah satu penyebabnya adalah pelaksanaan dan pengawasan K3 yang belummaksimal. Hal ini menunjukkan perilaku pekerja pada khususnya dan masyarakatpada umumnya, belum optimal.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkatkeberhasilan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja(SMK3) dalam proyek konstruksi pada One Galaxy Mixed Used Developmentphase 1, Surabaya. Proyek ini terletak dipinggir jalan pada kawasan yang strategisdidaerah Surabaya Timur. Mengingat besarnya luasan proyek yang dikerjakansehingga unsur Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam proyek konstruksiharus diperhatikan.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Datapenelitian yang berkaitan dengan penerapan sistem manajemen keselamatan dankesehatan kerja serta faktor penghambat penerapan keselamatan dan kesehatankerja. Untuk mengetahui tingkat penerapan K3 digunakan teknik kuesioner danuntuk mengetahui faktor yang mempengaruhi penerapan K3 digunakan teknikwawancara. Teknik analisa data menggunakan teknik analisis deskriptif yaituberupa presentase, mean score dan deskriptif kualitatif.

Berdasarkan hasil analisis data, terdapat 6 kriteria sistem manajamenkeselamatan dan kesehatan kerja berdasar OHSAS 18001:2007 yaitu sebagaiberikut. Pertama tingkat keberhasilan pada persyaratan dan kebijakan K3 sebesar89,39%. Kedua, tingkat keberhasilan Perencanaan K3 sebesar 91,34%. Ketiga,tingkat keberhasilan Operasi K3 staff sebesar 86,40%. Keempat, tingkatkeberhasilan pemeriksaan K3 sebesar 86,07%. Kelima, tingkat keberhasilantinjauan manajemen sebesar 87,56%. Keenam, tingkat keberhasilan operasi K3untuk pekerja sebesar 81,26%. Sedangkan untuk faktor penghambat penerapan K3adalah anggaran proyek, pemilik proyek dan pekerja.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil pencapaian penerapan SMK3pada proyek One Galaxy Mixed Used Development phase 1, Surabaya sebesar87,00 %. Hal tersebut mengindikasikan bahwa penerapan SMK3 dalam proyek OneGalaxy Mixed Used Development phase 1, Surabaya masuk pada tingkat penerapanmemuaskan. Sedangkan faktor – faktor yang mempengaruhi penerapanKeselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah kesadaran dari diri pekerja akanbekerja dengan aman, pengalamana kerja dan komunikasi.

 

ABSTRACT

Pakarti, Gema Anugerah. 2017. Occupational Safety and Health Management forWorkers in Construction Projects: Study on One Galaxy Mixed UsedDevelopment Phase 1, Surabaya. Thesis, Civil Engineering, EngineeringFaculty, State University of Malang. Advisor: (I) Drs. N. BambangRevantoro, S.T, M.T, (II) Drs. Made Wena, M.Pd, M.T.

 

Kata Kunci: Safety and Health, Construction Project, Obstacle factor.

Occupational Safety and Health (OSH) in general in Indonesia is still oftenneglected. This is indicated by the high number of work accident. Data from BPJSEmployment by the end of 2015 shows that there have been work accidents of105,182 cases and 31.9% occurred in the construction sector. One reason is theimplementation and supervision of OSH that has not been maximized. This showsthe behavior of workers in particular and society in general, not optimal. Thepurpose of this study is to determine the success rate of the implementation ofOccupational Safety and Health Management System (OSHMS) in a constructionproject on One Galaxy Mixed Used Development phase 1, Surabaya. The project islocated on the side of the road in a strategic area in East Surabaya. Given the largeextent of projects undertaken so that elements of Health and Safety (OSH) in theconstruction project must be considered.

This research uses descriptive quantitative research design. Research datarelating to the implementation of occupational safety and health managementsystem as well as inhibiting factors of safety and health. To know the level ofapplication of OSH used questionnaire technique and to know the factors thatinfluence the application of OSH used interview technique. Data analysis techniqueusing descriptive analysis technique that is in the form of percentage, mean scoreand descriptive qualitative.

Based on the results of data analysis, there are 6 criteria of OHSAS 18001:2007 safety and health management system as follows. The first, success rate onthe OSH requirement and policy is 89.39%. Second, the success rate of OSHPlanning is 91.34%. Third, the success rate of OSH operation is 86.40%. Fourth,the success rate of OSH examination is 86.07%. Fifth, the success rate ofmanagement review is 87.56%. Sixth, the success rate of OSH operation forworkers is 81.26%. As for factors inhibiting the implementation of OSH is theproject budget, project owners and workers.

The conclusion of this research is the achievement of Occupational Safetyadn Health Management System in One Galaxy Mixed Used Development phase1, Surabaya at 87.00%. This indicates that the implementation in the One GalaxyMixed Used Development phase 1 project, Surabaya entered the level ofsatisfactory application. While the factors that affect the application of Occupational Safety and Health (OSH) is the awareness of the workers themselves willwork safely, work experience and communication.