SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Optimasi Pemilhan Bentuk Rangka Jembatan Pejalan Kaki Tipe Truss Baja Canai Dingin

Pangkit Arjunajati

Abstrak


ABSTRAK

 

Arjunajati Pangkit. 2017. Optimasi Pemilhan Bentuk Rangka Jembatan Pejalan Kaki Tipe Truss Baja Canai Dingin. Pembimbing: (I) Ir. Edi Santoso, M.T., (II) Drs. Boedya Djatmika, S.T., M.T.

 

Kata Kunci:bentuk rangka,jembatan pejalan kaki, baja canai dingin

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik tahun 2016, Indonesia mengalami peningkatan jumlah penduduk setiap tahunnya sebesar 1,49% denganjumlahpenduduksebesar258jutajiwapadatahun2016, dari kondisi tersebut menyebabkan keberadaan jembatan sangat dibutuhkan, salah satunya jembatan pejalan kaki dengan material baja canai dingin. Umumnya ada beberapa jenis rangka jembatan yang digunakan seperti ini warren-truss, baltimore, pratt-truss, k-turss, dan howe-truss, namun pengaplikasiannya kurang efisien, salah satu satu cara yang tepat untuk mengefisienkan jembatan tersebut adalah dengan cara mengoptimalisasi bentuk rangka jembatan.

Penelitian ini termasuk jenis penelitian dan pengembangan (research and development). Data didapatkan dengan dua cara yaitu permodelan numerik dan uji model. Analisa dilakukan hingga lima tahap yaitu: (1) analisa lima rangka secara umum, (2) modifikasi rangka terpilih, (3) kombinasi rangka terpilih, (4) modifikasi berdasarkan perletakan di 1/4 bentang, (5) modifikasi berdasarkan jenis dan letak braching. Kemudian untuk uji model dilakukan pembebanan 8 x 50 kg yang dilakukan bertahap.

Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh 5 simpulan yaitu: (1) hasil lendutan maksimal secara permodelan numeris sebesar 1,02 mm masih dalam batas ijin lendutan maksimal sesuai dengan RSNI T-03-2005, yaitu 1/800L atau 5mm; (2) hasil lendutan maksimal secara uji model sebesar 1,76 mm masih dalam batas ijin lendutan maksimal sesuai dengan RSNI T-03-2005, yaitu 1/800L atau 5mm; (3) terjadi perbedaan antara permodeln numeris dan uji model sebesar 19,380 % < 20 %; (4) ada beberapa factor yang menyebkan adanya perbedaan antara lendutan secara analisa dan uji model yaitu, profil yang dipukul, tumpuan pada software sendi sempurna namun pada model belum mendekati sendi sempurna, sambungan pada software sendi sempurna namun pada model belum sepenuhnya sendi, dan jumlah profil yang disambung terlalu banyak; (5) margin keamanan didapatkan 1,2.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan: (1) perlu dilakukan peningkatan pengawasan mutu pekerjaan pada saat pembuatan model jembatan untuk meminimalisasi ketidaksesuaian pengan perencanaan; (2) perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan bentang jembatan yang lebih panjang; (3) perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai variasi sambungan.