SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Pendekatan Scientific untuk Meningkatkan Kualitas Proses dan Hasil Belajar Mata Pelajaran Mekanika Teknik Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 2 Probolinggo

Annisa Ratnasari

Abstrak


ABSTRAK

Ratnasari, Annisa. 2017. Penerapan Pendekatan Scientific untuk Meningkatkan Kualitas Proses dan Hasil Belajar Mata Pelajaran Mekanika Teknik Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 2 Probolinggo. Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mujiyono, M.Pd (II) Drs. Priyono, M.Pd.

Kata kunci : Pendekatan Scientific, proses belajar, hasil belajar

Proses belajar di SMK diharapkan dapat memberikan keterampilan, kompetensi maupun pengetahuan yang dibutuhkan di dunia kerja. Untuk dapat mewujudkannya, didukung dengan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien.Untuk dapat mewujudkannya, didukung dengan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien. Guru harus mampu memberikan proses belajar yang menyenangkan dan mendalam. Serta adanya hubungan antara guru, siswa dan media yang dinamis. Namun pada proses belajar yang terjadi pada mata pelajaran mekanika teknik hanya berpusat pada guru atau disebut juga dengan teacher center.Kegiatan yang terjadi pada proses pembelajaran tersebut hanya transfer pengetahuan.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui langkah – langkah pendekatan scientific yang dapatmeningkatkan proses belajar berupa keaktifan dan kemandirian siswa serta hasil belajar mekanika teknik siswa SMK Negeri 2 Probolinggo. Subjek penelitian adalah siswa kelas X TGB 3 yang berjumlah sebanyak 26 siswa, terdiri dari 8 siswa perempuan dan 18 siswa laki – laki. Penelitan ini dilakukan dengan 2 siklus, dimana pada setiap siklus terdiri dari satu pertemuan selama 4 x 40 menit. Materi terfokus pada perhitungan gaya batang menggunakan kesetimbangan titik simpul. Data yang diperoleh dari penelitian ini berupa nilai post test siswa serta lembar observasi proses belajar dari aktivitas siswa.

Hasil penelitian berupa perolehan skor observasi dan nilai akhir dari hasil belajar siswa. Kualitas proses belajar meningkat, hal tersebut dapat terlihat pada hasil observasi yaitu: (1) saat pratindakan skor sebesar 50%, (2) pada saat siklus I sebesar 85,71% dan (3) siklus II sebesar 100%. Hasil belajar yang diperoleh dari hasil kerja kelompok dan post test siswa mengalami peningkatan pula yaitu: (1) rentang ketuntasan klasikal pratindakan termasuk kategori amat kurang baik yakni 53,84%, (2) rentang ketuntasan klasikal siklus I kategori baik yakni 73,07% , dan (3) rentang ketuntasan klasikal siklus II kategori sangat baik yakni 88,46%.