SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penggunaan Limbah Cangkang Kelapa Sawit Sebagai Filler pada Campuran Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) Terhadap Karakteristik Marshall

Muhammad Yusuf

Abstrak


ABSTRAK

Yusuf Muhammad.2016. Penggunaan Limbah Cangkang Kelapa Sawit Sebagai Filler pada Campuran Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) Terhadap Karakteristik Marshall. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Bambang Supriyanto, S.T., M.T., (II) Pranoto, S.T., M.T.

Kata Kunci: abu cangkang kelapa sawit, filler, AC-BC, karakteristikmarshall

Jalan merupakan salah satu prasarana transportasi darat yang merupakan penunjang kegiatan masyarakat. Kerusakan jalan dapat berdampak pada mobilitas masyarakat. Melihat prasarana transportasi jalan penunjang kegiatan masyarakat maka diperlukan peningkatan kualitas konstruksi jalan. Salah satu cara peningkatan kualitas konstruksi jalan, bahan  filler ditambah materialyang lain. Pemanfaatan limbah abu cangkang kelapa sawit menjadi salah satu alternatif sebagai bahan filler untuk peningkatan kualitas campuran (AC-BC) karena mempunyai kandungan silikon oksida yang bersifat reaktif yang bisa bereaksi menjadi bahan yang keras dan kaku (Hutahaean, B. 2007)

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui karakteristik marshall campuran (AC-BC) yang menggunakan filler abu cangkang kelapa sawit. (2) Mengetahui kadar penambahan filler abu cangkang kelapa sawit yang terbaik terhadap karakteristik marshall.

Metode Penelitian dibagi menjadi dua tahap. Pengujian bahan, kemudian perencanaan benda uji, pembuatan benda uji dibagi atas dua, yang pertama mencari KAO dengan kadar aspal rencana 4%, 4,5%, 5%, 5,5%, 6%, kedua penggunaan filler ditambah dengan abu cangkang kelapa sawit dengan kadar 2%, 4%, 6%, 8%, 10%, 12%, 14%, dan 20%.

Hasil penelitian: (1) Karakteristik marshall campuran AC-BC dengan penambahanabu cangkang kelapa sawit sebagai berikut: stabilitas meningkat pada kadar 2%-12% kemudian turun pada kadar 14% dan 20%, nilai flow mengalami penurunan dari 2%-12%, cenderung meningkat pada kadar 14% dan 20%. Nilai VIM menurun dari 2%-12% kemudian meningkat pada kadar 14% dan 20%, nilai VMA menunjukkan penurunan dari 2%-12% kemudian meningkat pada kadar 14% dan 20%, nilai Marshall Quotient cenderung meningkat dari 2%-12% kembali menurun pada kadar 14% dan 20%. (2)Penambahanabu cangkang kelapa sawit sebagai filler yang terbaik pada campuran AC-BC ditinjau dari karakteristikmarshall yaitu pada kadar 8%.