SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perubahan karakteristik Fisik dan Kuat Tekan Bebas (Unconfined) Lumpur Lapindo Porong Sidoarjo Setelah Distabilisasi dengan Kapur

Syaifur Rahman

Abstrak


Tanah lumpur Sidoarjo memiliki sifat kembang susut besar dan plastisitas tinggi sehingga dapat mempengaruhi kadar air dalam tanah. Hal ini mengakibatkan pengaruh apabila dibangun sebuah bangunan diatasnya. Oleh karena itu, tanah lempung tersebut memerlukan proses stabilisasi untuk menghilangkan kembang susut pada bangunan yang akan dibangun diatasnya.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan (1) mengetahui karakteristik fisik tanah lempung setelah distabilisasi dengan kapur. (2) mengetahui nilai kembang susut tanah lempung setelah distabilisasi dengan kapur. (3) mengetahui nilai kuat tekan bebas tanah lempung setelah distabilisasi dengan kapur. Bahan stabilisasi yang digunakan berupa kapur padam, diharapkan dapat memperbaiki gradasi tanah.

Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental yang dianalisis secara deskriptif. Data penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Penambahan bahan stabilisasi berupa kapur padam sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% dengan total sampel benda uji sebanyak 75 buah. Parameter yang diuji dalam penelitian ini antara lain LL, PL, SL, dan kuat tekan bebas.

Hasil penelitian yang diperoleh pada penambahan kapur pada stabilisasi adalah penambahan kapur 20% yang menyebabkan nilai LL yang semula 63% turun menjadi 54% dan nilai IP yang semula 9,36% turun menjadi 2,64%. Semakin banyak penambahan kapur, semakin menurunkan nilai LL dan IP. Hasil pengujian kuat tekan bebas pada presentase penambahan kapur 0%, 5%, 10%, 15%, 20% menunjukkan nilai kuat tekan bebas tanah yang tidak distabilisasi sebesar 0,0251 kg/cm2 setelah distabilisasi dengan kapur 20% menjadi 0,0230 kg/cm2.

Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, perubahan karakteristik mekanik terjadi setelah distabilisasi kapur 20%. Kuat tekan bebas sebelum distabilisasi sebesar 0,0251 kg/cm2, setelah distabilisasi kapur 20% sebesar 0,0230 kg/cm2. Penambahan kapur pada tanah tidak dapat memperbaiki sifat mekanik karena nilai UCT semakin menurun, maka tidak akan kuat menahan beban yang akan dibangun diatasnya.