SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Panduan Latihan Pemaafan Berbantu Flipbook Untuk Siswa Sekolah Menengah Atas di Kota Malang

ari dwi yudhianto

Abstrak


Individu menggunakan komunikasi untuk saling berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari. Namun, beberapa masalah dapat terjadi selama proses komunikasi tersebut karena adanya distorsi (gangguan)  antara pengirim pesan dan penerima yang menyebabkan perasaan tidak menyenangkan, marah, benci, dendam dan bahkan keinginan untuk tidak berkomunikasi satu sama lain. Salah satu fenomena yang terjadi sebagai akibat dari kesalahan dalam komunikasi di sekolah adalah pelanggaran yang dilakukan oleh siswa, seperti intimidasi atau keinginan membalas dendam terhadap siswa lain akibat permasalahan yang berlum terselesaikan. Sehingg,diperlukan sebuah media khusus yang diperlukan untuk membantu konselor dan siswa dalam memecahkan masalah tersebu.

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan modul latihan pemaafan untuk siswa Sekolah Mengah Atas di Kota Malang, (2) mengetahui kriteria kualitas modul yang telah dibuat berdasarkan penilaian para ahli (reviewer). dan (3) mengetahui respon siswa terhadap modul latihan pemaafan yang telah dikembangkan.

Penelitian ini termasuk dalam penelitian pengembangan (Research and Development), dengan mengadaptasi sepuluh langkah pengembangan Borg dan Gall (1983) dimulai dari tahap pengumpulan informasi sampai dengan tahap terakhir yaitu  dissemination (penyebaran). Struktur penulisan modul mengacu pada panduan penyusunan modul yang disusun oleh dirjen PMPTK (2008), sedangkan instrumen penilaian kualitas modul mengadaptasi kisi-kisi instrumen penilaian bahan ajar Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP). Pengembangan modul latihan pemaafanuntuk siswa SMA ini menggunakan desain analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif.

Hasil penelitian ini adalah telah berhasil dikembangkan Modul latihan pemaafanuntuk siswa SMA di Kota Malang berdasarkan penilaian dua ahli materi, satu ahli media, dan satu ahli bahasa dengan kategori rata-rata baik. Kualitas modul menurut dua orang konselor sekolah dengan kategori sangat baik dan hasil respon enam siswa terhadap modul yang telah dikembangkan termasuk dalam kategori baik.

Berdasarkan penilaian yang diperoleh tersebut maka modul ini layak digunakan dalam pemberian layanan bimbingan di sekolah. Selain itu terdapat saran untuk peneliti selanjutnya untuk menguji dalam skala yang lebih besar dan pengaruh penggunaan modul latihan pemaafan ini terhadap sikap siswa.