SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Eksperimen Kuat Tekan Optimum Mortar dengan Menggunakan Bahan Tambahan Pembuatan Mortar Abu Sabut Kelapa dan Abu Ampas Tebu sebagai Bahan Subtitusi Sebagian Semen

Zakaria Pranata

Abstrak


ABSTRAK

Pranata, Zakaria. 2016. Eksperimen Kuat Tekan Optimum Mortar dengan Menggunakan Bahan Tambahan Pembuatan Mortar Abu Sabut Kelapa dan Abu Ampas Tebu sebagai Bahan Subtitusi Sebagian Semen.Skripsi,Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Drs. AdjibKarjanto, S.T, M.T, (II) Drs. AntelasEka W, M.Pd.

 

Kata Kunci: abusabutkelapa, abuampastebu,subtitusi, kuat tekan mortar

Perkembangan dunia konstruksi yang bertambah pesat saat ini, berdampak pada peningkatan pemenuhan  kebutuhan bahan-bahan  pendukung. Salah satunya yaitu pemenuhan akan bahan mortar untuk konstruksi. Sudah banyak bahan alternative berasal dari limbah industri yang digunakan dalam upaya mengganti sebagian bahan semen dalam campuran  mortar salah satunya adalah abu sabut kelapa dan abu ampas tebu.

   Sabut kelapa dan ampas tebu ini dipilih karena pemanfaatannya yang belum maksimal, mudah dalam penyediaannya karena Indonesia adalah negara Agraris, serta yang paling utama adalah abu sabut kelapa dan abu ampas tebu memiliki sifat  pozzolan dan kandungan senyawa silica yang bermanfaat untuk meningkatkan kekuatan mortar.

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk, mengetahui perbedaan kuat tekan mortar yang hanya menggunakan semen  portland (tanpa subtitusi) dengan mortar yang disubtitusiabu sabut kelapa dan abu ampas tebu,serta untuk mengetahuipresentase penambahan abu sabut kelapa dan abu ampas tebuyang menghasilkan kuat tekan paling maksimum setelah  perendaman umur 3, 7, 14, 21 dan 28 hari.

 

Prosedur dalam penelitian ini mengacu pada ASTM C109 dan SNI 03-6825-2002dimana menggunakan  benda uji berupa kubus mortar ukuran 5 x 5 x 5cm3 dengan komposisi rencana campuran 1 PC:2,75 Pasir dan FAS 0,48.  Perlakuan pada benda uji adalah dengan mencampurkan abu sabut kelapa dan abu ampas tebu pada campuran mortar rencana perbandingan 1 : 1 dengan variasi kadar 0%; 2,5%; 5%;7,5%;dan 10% dari Total berat semen yang digunakan dalam campuran. Benda uji kontrol menggunakan mortar tanpa campuran abu(persentase kadar campuran 0% ). Tiap perlakuan variasi campuran menggunakan  masing-masing 15 buah sampel.Pengujian dilakukan pada umur mortar 3, 7, 14, 21 dan 28 hari.

 

Berdasarkan  hasil penelitian ini, diperoleh dua simpulan yaitu: (1) Kuat tekan pada umur 3, 7, 14, 21 dan 28 hari :Kuat tekan rata-rata mortar tanpa campuran abu sabut kelapa dan abu ampas tebu 0% 14,21 MPa; 16, 24 MPa; 17,79 MPa; 19,12 MPa dan 20,27 MPa, (2) Kuat tekan mortar maksimum  pada umur 28 hari dicapai pada kadar penambahan abu sabut kelapa dan abu ampas tebu 7,5% sebesar 24,40 MPa, Kuat tekan  tersebut  mengalami  kenaikan sebesar 4,13 MPa dari kadar penambahan 0% (tanpa penambahan abu sabut kelapa dan abu ampas tebu) sebesar 20,27 Mpa.