SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Kekuatan dan Kekakuan Balok I (I-Joist) dengan Perkuatan Bilah Bambu Petung

Danang Faizal Rachman

Abstrak


ABSTRAK

 

Rachman, Danang F. 2016. Peningkatan Kekuatan dan Kekakuan Balok I (I-Joist) dengan Perkuatan Bilah Bambu Petung. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Karyadi, M.P., M.T. (II) Drs. Eko Suwarno, M.Pd

Kata kunci : kekuatan, kekakuan, balok I, perkuatan, bilah.

Penelitian tentang balok I dengan perkuatan lentur dari bambu lamina berbentuk pelupuh tidaklah efisien, sehingga guna mengatasi permasalahan tersebut dalam penelitian ini digunakan perkuatan lentur dari bilah bambu petung sebagai upaya meningkatkan kekuatan dan kekakuan balok I. Bambu lamina yang terbuat dari bilah bambu terbukti lebih stabil dan kuat dibandingkan dengan bambu lamina yang terbuat dari pelupuh.

Penelitian ini dilakukan guna mengetahui peningkatan kekuatan dan kekakuan balok I tanpa perkuatan terhadap balok I dengan perkuatan bilah bambu petung laminasi arah horisontal dan vertikal. Ditinjau dari hasil analitis dan uji lentur balok I dengan atau tanpa perkuatan.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen. Data hasil uji pendahuluan digunakan untuk analitis nilai beban maksimum. Dan untuk pengujian dilakukan di Laboratoirum Struktur Teknik Sipil Universitas Negeri Malang. Data hasil analitis dan uji lentur balok I dengan dan tanpa perkuatan bilah bambu petung dibandingkan berdasarkan nilai beban maksimum (P Maks), Modulus of Rupture (MOR), dan Modulus of Elasticity (MOE).

Hasil dari penelitian menunjukkan (1) prosentase beda rerata hasil analitis terhadap hasil uji lentur balok I tanpa perkuatan berturut-turut pada nilai P Maks, MOR, dan MOE sebesar 4,93 %, 5,16 %, dan 9,74 % lebih kecil hasil uji lenturnya. (2) Sedangkan untuk balok I dengan perkuatan bilah bambu petung laminasi arah horisontal dan arah vertikal berturut-turut pada nilai P Maks, MOR, dan MOE sebesar 4,26 %, 4,48 % dan 6,03 % lebih kecil hasil uji lenturnya untuk arah horisontal, serta untuk arah vertikal berturut-turut sebesar 11,05 %, 11,34 %, dan 7,52 % lebih kecil hasil uji lenturnya. (3) Peningkatan P Maks balok I tanpa perkuatan terhadap balok dengan perkuatan bilah bambu petung laminasi horisontal dan vertikal sebesar 130,45 % dan 100,76 %. (4) Dan untuk peningkatan kekakuan balok I sebesar 3,50 % dan 2,07 %.