SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kajian Kadar Optimum Portland Composite Cement (PCC) pada Beton f’c 40 MPa

Caudy Novita

Abstrak


Semen portland composite (PCC) adalah jenis varian semen baru. PT Indocement Tunggal prakarsa dalam Indocement Product Profile memberikan ulasan mengenai semen jenis ini yang menjelaskan bahwa PCC digunakan untuk bangunan-bangunan pada umumnya, sama dengan penggunaan semen portland tipe I dengan kuat tekan yang sama namun dengan panas hidrasi yang lebih rendah. Metode yang digunakan untuk rancangan campuran beton di Indonesia merupakan adopsi dari British Standard atau Departement of Environment (DoE), namun dalam perhitungannya metode ini menggunakan jenis semen OPC (Ordinary Portland Cement) tipe I, II, III, IV dan V, sehingga pemakaian semen bukan OPC dalam metode tersebut selanjutnya menimbulkan pertanyaan apakah nilai kuat tekan yang dihasilkan sesuai dengan perencanaan. Memperhatikan bahan dasar yang digunakan untuk memproduksi semen portland komposit (PCC) tentunya semen jenis ini akan memiliki karakter yang berbeda dengan OPC. Sehubungan dengan hal tersebut, maka dalam penelitian ini dicari sifat mekanik beton yang menggunakan jenis semen PCC dengan kadar semen yang bervariasi kemudian ditentukan kadar optimum penggunaan semen PCC pada campuran beton dengan mutu target f’c 40 Mpa.

Dalam upaya mencapai kuat tekan target, kadar semen portland komposit divariasikan dengan persentase 70%, 80%, 90%, 100%, 110%, 120%, dan 130% terhadap berat semen hasil perhitungan mix design awal dengan benda uji berbentuk silinder berdiameter 75 mm x 150 mm untuk pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah sebanyak 126 buah dan 150 mm x 300 mm untuk pengujian modulus elastisitas sebanyak 7 buah. Hasil analisa data menunjukkan bahwa dari mix design awal menggunakan metode DoE dihasilkan komposisi campuran bahan pembentuk beton yaitu semen: pasir: batu pecah sebesar 1 : 1,2 : 1,9 dengan FAS 0,4 hanya mampu mencapai kuat tekan 32,53 MPa. Kuat tekan dan kuat tarik belah terus meningkat seiring peningkatan kadar semen yang digunakan dengan nilai tertinggi dicapai oleh beton dengan kadar semen komposit 120% namun menurun pada kadar 130%, dengan nilai kuat tekan untuk beton dengan kadar semen komposit 120% dan 130% berturut-turut sebesar 41,33 MPa dan 39,63 MPa. Sedangkan pada modulus elastisitas, walaupun memiliki trend yang sama dengan kuat tekan, namun nilai modulus tertinggi dicapai oleh beton dengan kadar semen 110% yaitu sebesar 94414,64 MPa. Beton dengan jumlah semen hasil mix design menggunakan metode DoE tidak mampu mencapai kuat tekan target, diperlukan penambahan semen hingga 20% dari berat semen hasil mix design awal untuk mencapai kuat tekan target.