SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kuat Geser Diagonal pada Pasangan Dinding Batu Bata dalam Kondisi Basah

Sona Elvandico Pristika

Abstrak


Batu Bata merupakan sebuah bahan bangunan yang sering dijumpai untuk pembuatan dinding atau partisi sebuah bangunan. Umumnya dinding dibentuk dari batu bata yang dilekatkan dengan mortar, yaitu campuran dari semen, pasir dan air yang dikombinasikan sedemikian rupa dengan perbandingan tertentu. Dinding yang berada diluar atau ditepi akan selalu berkontak langsung dengan cuaca, selain itu dinding yang berada pada area kamar mandi tentunya memiliki kondisi kejenuhan yang berbeda dengan dinding yang berada didalam bangunan dan tidak berkontak langsung dengan cuaca di luar. Beberapa kondisi kejenuhan yang berbeda pada pasangan dinding bangunan tentunya akan memberi dampak pada kekuatan geser diagonal pasangan dinding batu bata. Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui besar kuat geser diagonal pasangan dinding batu bata dengan variasi kejenuhan 0%, disiram sepintas, 60%, dan 100%,  (2) Untuk mengetahui tingkat kejenuhan air optimum pada pasangan dinding batu bata terhadap kuat geser diagonal dengan variasi kejenuhan 0%, disiram sepintas, 60%, dan 100%, dan (3) Untuk mengetahui pola retak pasangan dinding batu bata akibat kuat geser diagonal.

Penelitian ini menggunakan benda uji dengan ukuran 50 x 50 cm berjumlah 12 buah, masing-masing variabel diwakili 3 buah benda uji. Sebelum pengujian dilaksanakan, dilakukan perendaman yang bertujuan agar beda uji jenuh air sesuai dengan variabel masing-masing.

Kuat geser diagonal pada pasangan dinding batu bata dengan kejenuhan air 0% sebesar 0.479 Mpa, disiram sepintas sebesar 0.462 Mpa, kejenuhan air 60% sebesar 0.379 Mpa, kejenuhan air 100% sebesar 0.367 Mpa. Kondisi pasangan dinding batu bata dengan kejenuhan air 0% memiliki kuat geser digonal paling besar dibandingkan dengan  pasangan dinding batu bata dengan kondisi kejenuhan air disiram sepintas, 60%, dan 100%. Pola retak hasil pengujian kuat geser diagonal dengan kejenuhan air 0% lebih cenderung memiliki pola retak tipe 2, sedangkan dengan kondisi kejenuhan air disiram sepintas, 60%, dan 100% lebih cendering memiliki pola retak tipe 1, namun secara umum pola retak pada pasangan dinding batu bata tidak terlihat secara signifikan.