SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan antara Tingkat Pemenuhan dengan Tingkat Pengetahuan Konsultan tentang Sistem Proteksi Kebakaran

Erna Dwi Wijayanti

Abstrak


Bangunan gedung negara terutama bangunan dengan fungsi pelayanan pendidikan merupakan infrastruktur negara yang vital karena berkaitan dengan fasilitas publik. Keberadaan bangunan gedung negara akan berfungsi dengan baik jika dibarengi dengan peningkatan keamanaan terhadap resiko-resiko yang dapat terjadi pada bangunan gedung, diantaranya resiko terjadinya bahaya kebakaran. Oleh karena itu, bangunan gedung negara juga harus menerapkan sistem proteksi kebakaran. Baik atau buruknya tingkat pemenuhan sistem proteksi kebakaran tergantung dari bagaimana konsultan merencanakan sistem proteksi kebakaran yang sesuai dengan standar dan peraturan.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat pemenuhan sistem proteksi kebakaran, tingkat pengetahuan konsultan tentang sistem proteksi kebakaran, serta hubungan antara tingkat pemenuhan dengan tingkat pengetauan konsultan tentang sistem proteksi kebakaran. Aspek yang diteliti yaitu tingkat pemenuhan sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif serta tingkat pengetahuan konsultan tentang sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Data penelitian berupa angka hasil pemeriksaan tingkat pemenuhan sistem proteksi kebakaran dan angka hasil tingkat pengetahuan konsultan tentang sistem proteksi kebakaran. Selanjutnya dilakukan analisis korelasi dengan menggunakan bantuan program SPSS.

Dari hasil penelitian diperoleh nilai tingkat pemenuhan sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif sebesar 70,37%. Berdasarkan klasifikasinya, tingkat pemenuhan sistem proteksi pasif masuk dalam kategori “Cukup”. Sedangkan nilai rata-rata tingkat pengetahuan konsultan tentang sistem proteksi aktif dan pasif adalah sebesar 56,84%. Berdasarkan klasifikasinya, tingkat pengetahuan konsultan tentang sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif masuk dalam kategori “Cukup”. Kemudian dari nilai tingkat pemenuhan dan tingkat pengetahuan konsultan tentang sistem proteksi kebakaran dianalisis dengan uji korelasi menggunakan program SPSS didapatkan nilai P-Value: 0,012 < 0,05 dan nilai koefisien korelasi (r): 0,414. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan sedang yang signifikan antara tingkat pemenuhan sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif dengan tingkat pengetahuan konsultan tentang sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif.