SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Eksperimental Balok Beton Bertulang Rangkap Berdasarkan Variasi a/d Balok Akibat Beban Lentur

Deris Tri Laksono

Abstrak


Beton merupakan elemen struktur bangunan yang telah dikenal dan banyak dimanfaatkan karena persediaan bahan campuran utama beton yang mudah didapatkan, pelaksanaan di lapangan mudah, harganya juga lebih murah daripada baja. Faktor yang mempengaruhi perilaku balok beton bertulang salah satunya adalah besarnya rasio a/d. Penerapannya di lapangan adalah adanya balok anak pada balok induk..

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Pengaruh variasi a/d pada balok terhadap kapasitas balok beton bertulang, 2) Pola keruntuhan yang dihasilkan dari beberapa variasi a/d balok setelah dilakukan pengujian kuat lentur, 3) Pengaruh jarak (a) terhadap tipe keruntuhan balok beton bertulang.

Benda uji yang digunakan dalam penelitian ini berupa balok tinggi (a/d = 1-2.5), balok sedang (a/d = 2.5-5.5), dan balok biasa dengan panjang sedang (a/d = 2.56 mm untuk tulangan atas dan diameter 8 mm untuk tulangan bawah. Balok diuji kuat lentur pada umur 28 hari menggunakan mesin UTM (Universal Testing Machine) dengan 2 titik pembebanan. Benda uji terdiri dari balok biasa dengan panjang sedang dengan variasi a/d = 5,738 (A1, A2 dan A3), balok sedang variasi a/d = 3,934 (B1, B2 dan B3), balok tinggi variasi a/d = 1,967 (C1, C2 dan C3).  

Hasil penelitian ini adalah: 1) Kapasitas maksimum balok (A1) sebesar 10,8 KN dengan lendutan 6,65 mm, balok (A2) sebesar 9,5 KN dengan lendutan 5,70 mm, balok (A3) sebesar 12 KN dengan lendutan 3,98 mm, sedangkan kapasitas balok maksimum balok (B1) sebesar 10,3 KN dengan lendutan 10,38 mm, balok (B2) sebesar 15 KN dengan lendutan 6,22 mm, balok (B3) sebesar 15,5 KN dengan lendutan 5,93 mm, dan kapasitas balok maksimum balok (C1) sebesar 20,5 KN dengan lendutan 4,44 mm, balok (C2) sebesar 21 KN dengan lendutan 4,02 mm, dan balok (C3) sebesar 27 KN dengan lendutan 5,93 mm. 2) Pola retak yang terjadi adalah retak lentur untuk balok (A1, A2 dan B1), sedangkan pada balok (A3, B2, B3, C1, C2 dan C3) adalah retak lentur geser. 3) Keruntuhan yang terjadi pada balok biasa dengan panjang sedang adalah runtuh lentur, sedangkan pada balok sedang mengalami keruntuhan geser dan pada balok tinggi juga mengalami keruntuhan geser.