SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pemanfaatan Limbah Styrofoam untuk Bahan Aditif pada Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC)

Septian Permadi Putra

Abstrak


Kerusakan lapisan permukaan jalan raya masih sering dijumpai di Indonesia. Penggunaan limbah sudah banyak digunakan sebagai material bahan campuran aspal dalam meningkatkan kualitas perkerasan jalan, salah satunya adalah limbah styrofoam. Penggunaan limbah styrofoam diharapkan dapat meningkatkan kualitas pada lapisan AC-BC.

Tujuan Penelitian: (1) mengetahui pengaruh penambahan aditif styrofoam terhadap sifat-sifat aspal penetrasi 60/70, (2) mengetahui karakteristik campuran aspal AC-BC setelah ditambah dengan bahan aditif styrofoam, (3) mengetahui persentase kadar aditif styrofoam terbaik untuk lapis campuran aspal AC-BC berdasarkan parameter uji Marshall, (4) mengetahui pengaruh styrofoam sebagai bahan aditif campuran AC-BC terhadap IKS.

Metode pada penelitian ini diawali dengan pemilihan bahan aspal yang digunakan yaitu aspal dengan penetrasi 60/70 dan agregat yang dipakai mengacu pada persyaratan dari Bina Marga 2010 yaitu untuk agregat kasar dengan ukuran lebih besar dari saringan No. 4 (4,75 mm) dan agregat halus dengan ukuran lebih kecil dari saringan No. 4 (4,75 mm), filler menggunakan portland cement Tiga Roda kering yang lolos saringan No.200 (0,075 mm) dan aditif styrofoam yang digunakan berasal dari limbah bahan pengaman barang elektronika. Membuat benda uji untuk menentukan nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) dengan variasi kadar aspal 4,5%, 5%, 5,5%, 6%, 6,5% dan 7%. Variasi kadar limbah styrofoam sebagai bahan aditif terhadap berat aspal yaitu 0%, 3%, 6%, 9%, 12% dan 15%. Pencampuran limbah styrofoam dilakukan secara dry process.

Hasil penelitian terhadap sifat-sifat aspal dengan penambahan limbah styrofoam cenderung meningkatkan nilai titik lembek, titik nyala dan titik bakar. Untuk nilai berat jenis, penetrasi, daktilitas, dan kehilangan berat cenderung menurun dengan semakin besar kadar limbah styrofoam yang digunakan. Untuk karakteristik campuran aspal AC-BC setelah ditambah dengan bahan aditif styrofoam didapatkan nilai flow, VMA, dan VIM yang cenderung menurun pada setiap penambahan kadar limbah styrofoam, sedangkan nilai stabilitas mengalami fluktuatif yaitu naik pada kadar 0% - 12% lalu turun pada kadar 15%. Nilai VFA dan MQ cenderung naik pada setiap penambahan kadar limbah styrofoam. Persentase kadar aditif styrofoam terbaik untuk lapis campuran aspal AC-BC berdasarkan parameter uji Marshall terdapat pada kadar penggunaan limbah styrofoam 12% dengan semua nilai parameter Marshall yang memenuhi spesifikasi pada Direktorat Jendral Bina Marga 2010. Sedangkan untuk pengaruh limbah styrofoam sebagai bahan aditif campuran AC-BC terhadap IKS didapatkan nilai IKS yang mengalami kenaikan pada kadar limbah styrofoam 0% - 15% dengan nilai IKS tertinggi terdapat pada kadar 15% yaitu sebesar 95,982%.