SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisa Bangunan Tahan Gempa dengan Respon Riwayat Waktu dan Grafik Respon Spektra (S:tudi Kasus: Bangunan Fakultas Ilmu Sosial UM)

Didit Angga Prasetiyo

Abstrak


ABSTRAK

Prasetiyo, Didit. 2016. Analisis Bangunan Tahan Gempa dengan Respon Riwayat Waktu dan Grafik Respon Spektra (Studi Kasus: Gedung Fakultas Ilmu Sosial UM).Skripsi. JurusanTeknikSipil, FakultasTeknikUniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. B. Sri Umniati, M.T., (II) Ir. Edi Santoso, M.T.

Kata kunci:Bangunan Tahan Gempa, Respon Riwayat Waktu, Grafik Respon Spektra.

Indonesia merupakan daerah yang rawan akan bencana gempa bumi. Hal ini dikarenakan posisi geografis Indonesia yang berada pada pertemuan lempeng-lempeng yang aktif yaitu lempeng Australia, Eurasia dan Pasifik. Salah satu penyebab adanya kegagalan struktur bangunan gedung adalah beban horizontal (lateral) padastruktur atau beban gempa.maka diperlukan adanya perencanaan struktur bangunan tahan gempa.

Tujuan penulisan penelitian ini adalah melakukan analisis struktur gedung beton bertulang dengan dinding geser menggunakan system struktur SRPMM dan membandingkan hasil analisis menggunakan metode analisis dinamik riwayat waktu dan grafik respon spektra. Analisis respon riwayat waktu menggunakan rekaman gempaHelena Montana, Imperial Valley, Kern County dan El Alamo. Struktur gedung yang akan dianalisis adalah Bangunan Fakultas Ilmu Sosial Univesitas Negeri Malang dengan kondisi tanah sedang.

Hasil penelitian ini adalah persentase perbedaan respon struktur dengan respon riwayat waktu dan grafik respon spektra pada gedung yang diperoleh hasil persentase perbedaan displacement terbesar pada arah X maksimum 10,68% pada gempa rencana Helena Montana, story drift terbesar pada arah Y yaitu 32,91 % pada gempa rencana El Alamo, dan perbedaan base shear terbesar pada arah X yaitu 16,86 % pada gempa rencana Helena Montana. Gedung memenuhi syarat pada kontrol kinerja gedung ultimit dengan SNI 1726:2012. Menurut ATC-40 gedung masuk dalam kategori Immediate Occupancy. Nilai kekuatan struktur bangunan pada gempa skala masukan mampu menahan gempa kurang dari 7,93 SR.