SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH STABILISASI TANAH TUBAN DENGAN KAPUR TERHADAP SIFAT FISIK DAN KUAT GESER TANAH

ANITA AGUSTINA RAHAYU

Abstrak


ABSTRAK

Rahayu, Anita Agustina. 2016. Pengaruh Stabilisasi Tanah Tuban dengan Kapur terhadap Sifat Fisik dan Kuat Geser Tanah. Skripsi, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ir. I Wayan Jirna, M.T, (II) Drs. Eko Suwarno, M.Pd.

Kata Kunci: kuat geser tanah, stabilisasi, kapur

Tanah sangat penting dalam Teknik Sipil karena segala pembangunan berada di atas permukaan tanah. Dalam pembangunan gedung dibutuhkan tanah dasar yang kuat untuk menahan beban di atasnya. Tanah diDesa Bejagung Kecamatan Semanding KabupatenTuban setelah dilakukan pengujian pendahuluan diperoleh nilai LL = 43,90%, PL = 23,65%, dan PI = 20,25%. Berdasarkan sistem klasifikasi American Association of state Highway and Transportation Officials (AASHTO) tanah tersebut diklasifikasikan ke dalam kelompok A-7-6 (2) yang merupakan tanah lempung bergolongan buruk jika digunakan sebagai tanah dasar.

Tujuan penelitian ini yaitu (1) untuk mengetahui karakteristik fisik tanah lempung setelah distabilisasi dengan kapur presentase 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, dan (2) Mengetahui kuat geser tanah setelah distabilisasi dengan kapur presentase 0%, 5%, 10%, 15%, 20%.

Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif eksperimental. Presentase penambahan kapur yaitu 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% dari berat tanah asli. Pengujian yang dilakukan meliputi uji analisis saringan, uji LL, PL, SL, dan uji geser langsung (Direct Shear Test). Subjek penelitian ini yaitu tanah lempung Desa Bejagung Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban yang diambil dengan kedalaman 0,5-1 meter dengan cara manual sebanyak 20 kg. Sampel benda uji dalam penelitian ini berjumlah 60 buah.

Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan diperoleh perubahan sifat fisik dan mekanik tanah paling baik setelah distabilisasi kapur presentase 20%. Presentase tanah lolos saringan No.200 dari 36,09% menjadi 17,67%, nilai GI dari 2 menjadi 0, nilai Cc dari 0,57 menjadi 1,52, nilai LL dari 43,90% menjadi 29,20%, nilai PL dari 23,65% menjadi 19,52%, nilai SL dari 14,68% menjadi 18,36%, dan nilai PI dari 20,25% menjadi 9,68%, nilai kohesi (c) dari 0,124 kg/cm2 menjadi 0,096 kg/cm2, dan nilai sudut gesek dalam (ø) dari 17,65o menjadi 39,70o.

Terjadi perubahan karakteristik fisik tanah berupa nilai PI