SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Uji Lentur Balok Bertulangan Bambu dengan Variasi a/d

Renny Eka WM Candra

Abstrak


ABSTRAK

 

Candra, Renny Eka WM. 2016. Uji Lentur Balok Bertulangan Bambu dengan

Variasi a/d. Skrispi. Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nindyawati S.T., M.T, (II) Drs. Ir. H. Ssudomo, M.MT.

Kata kunci: Tulangan bambu, tulangan baja, uji lentur, variasi a/d balok.

Bambu merupakan salah satu tanaman yang memiliki pertumbuhan cepat, murah, mudah ditanam, dan mudah didapatkan. Bambu dapat digunakan sebagai tulangan beton, karena nilai kuat tarik bambu tanpa buku mencapai 500 MPa sedangkan dengan buku 128 MPa. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku balok beton bertulang adalah besarnya rasio a/d. Sehingga dalam pelaksanaanya dapat mempertimbangkan kelangsingan balok beton bertulang.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) nilai kuat tarik bambu ori dan tulangan baja polos Ø6, (2) lendutan balok sedang dan balok tinggi bertulangan bambu maupun bertulangan baja, (3) perbedaan hubungan momen-kurvatur balok sedang dan balok tinggi bertulangan bambu maupun bertulangan baja,(4) nilai daktilitas balok sedang dan balok tinggi bertulangan bambu maupun balok bertulangan baja, (5) pola retak balok sedang dan balok tinggi bertulangan bambu maupun balok bertulangan baja.

Benda uji dalam penelitian ini berupa balok sedang (a/d = 2.5-5.5) berukuran 6 cm x 8 xm x 80 cm dan balok tinggi (a/d = 1-2.5) berdimensi 6 cm x 10 cm x 80 cm dengan tulangan bambu ori serta tulangan baja polos Ø6 sebagai pembanding. Balok diuji lentur pada umur 28 hari menggunakan mesin UTM (Universal Testing Machine) dengan 2 titik pembebanan. Benda uji terdiri dari balok sedang bertulangan bambu (B1A1 dan B1A2), balok tinggi bertulangan bambu (B1B1 dan B1B2), balok sedang bertulangan baja (B2A1 dan B2A2), dan balok tinggi bertulangan baja (B2B1 dan B2B2).   

Hasil penelitian ini adalah: (1) Kuat tarik tulangan bambu ori sebesar 135,94 MPa sedangkan kuat tarik baja tulangan polos Ø6 mencapai 380.89 MPa  (2) Lendutan maksimum balok sedang bertulangan bambu 6.51 mm balok bertulangan baja 6.34 mm sedangkan lendutan pada balok tinggi bertulangan bambu 4.22 mm dan 10.92 mm pada balok bertulangan baja, (3) Pada saat momen 91375 kg.mm balok sedang bertulangan bambu mengalami kurvatur 13.56x10-4 rad/mm, balok sedang bertulangan baja mengalami kurvatur 14.02x10-4 rad/mm saat momen maksimum 142375 kg.mm, balok tinggi bertulangan bambu mengalami kurvatur 16.20x10-4 rad/mm pada saat momen maksimum 112625 kg.mm, dan balok tinggi bertulangan baja mengalami kurvatur 16.60x10-4 pada saat momen mencapai 225250 kg.mm (4) Daktilitas kurvatur balok sedang bertulangan bambu dan bertulangan baja masing-masing 7.36 dan 11.98, sedangkan pada balok tinggi senilai 11.91 dan 15.66 (5) Pola retak yang terjadi pada balok sedang adalah retak lentur, sedangkan pada balok tinggi mengalami retak geser lentur (flexure shear crack). Penelitian ini menunjukkan bahwa kekuatan balok bertulangan bambu relatif rebih rendah dari balok bertulangan baja, namun dapat diaplikasikan pada bangunan sederhana.