SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Penambahan Plastik HDPE (High Density Poly Ethylene) Cara Basah dan Cara Kering Terhadap Kinerja Aspal Beton

Imam Hadi Fachrudin

Abstrak


ABSTRAK

 

Fachrudin, Imam Hadi. 2015. Pengaruh Penambahan Plastik HDPE (High Density Poly Ethylene) Cara Basah dan Cara Kering Terhadap Kinerja Aspal Beton. Skripsi, Prodi S1 Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Boedi Rahardjo, M.Pd., M.T, (II) Pranoto, S.T., M.T.

 

Kata Kunci : HDPE, cara basah, cara kering, aspal beton, kinerja aspal beton.

 

Saat ini ada bermacam-macam bahan tambah yang bisa digunakan salah satunya adalah polimer plastik HDPE (High Density Poly Ethylene). Pada penelitian ini plastik HDPE sebagai bahan tambah aspal yang diharapkan dapat memberikan daya tahan aspal terhadap suhu tinggi, meningkatkan penetrasi aspal dan meningkatkan kinerja aspal beton.

Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui : (1) Mengetahui kadar aspal optimum (KAO) pada campuran aspal beton, (2) Mengetahui pengaruh penambahan plastik HDPE cara basah dan cara kering terhadap kinerja campuran aspal beton dengan parameter Marshall.

Pencampuran plastik untuk menaikkan kinerja aspal beton ada dua cara yaitu cara basah dan cara kering. Kinerja aspal beton ditentukan melalui pengujian parameter Marshall yang meliputi: stabilitas, flow, VIM, VMA, VFB, dan Marshall Quotient. Rancangan campuran penambahan plastik  HDPE dengan kadar 3%; 3,5%; 4 %;  4,5%; 5%. Diharapkan pengujian aspal dengan penambahan limbah plastik mendapat hasil yang memenuhi spesifikasi yang telah disyaratkan SNI, sehingga limbah yang terbuang termanfaatkan secara maksimal.

Hasil Penelitian menunjukkan bahwa : (1) pengujian karakteristik bahan penyusun beton aspal memenuhi syarat spesifikasi untuk digunakan campuran aspal beton, (2) Sebelum penambahan plastik HDPE nilai KAO yang didapatkan sebesar 6,00%, (3) Pengaruh penambahan plastik HDPE cara basah memiliki kinerja lebih baik dari cara kering menghasilkan nilai parameter Marshall dengan Stabilitas yang lebih tinggi. Hal ini kemungkinan disebabkan pada campuran basah plastik yang ditambahkan seluruhnya dapat bercampur dengan aspal. Sedangkan cara kering tidak seluruh plastik bercampur dengan agregat karena sebagian menempel pada wadah tempat pencampuran sehingga kadar plastik berkurang.