SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Pembelajaran Praktik Program Keahlian Teknik Bangunan di SMK Kota Blitar

Alvira Sefty Kurniana

Abstrak


ABSTRAK

 

Kurniana, Alvira Sefty. 2015. Penerapan Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Pembelajaran Praktik Program Keahlian Teknik Bangunan di SMK Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. R.M Sugandi, S.T, M.T. (II) Drs. Ir. H. Sudomo, M. MT.

 

Kata Kunci : Budaya K3, Pembelajaran Praktik, SMK Kota Blitar

 

Pembelajaran praktik di SMK banyak melibatkan peralatan praktik yang akan membahayakan keselamatan praktikan jika digunakan tidak sesuai dengan prosedur. Seperti mesin gergaji potong, gergaji belah, ketam perata, dan ketam penebal. Selain peralatan, material yang digunakan pada pembelajaran praktik juga membahayakan kesehatan, sebagai contoh kapur yang digunakan untuk campuran spesi. Untuk mengantisipasi terjadinya bahaya kerja pada praktik, maka K3 dalam pembelajaran praktik ini harus diperhatikan. Kelengkapan fasilitas K3 dan sikap dari siswa terhadap pentingnya K3 berperan penting dalam mengantisipasi terjadinya kecelakaan kerja. Siswa wajib membiasakan diri untuk menggunakan fasilitas K3 yang tersedia dan membiasakan sikap peduli akan K3 dengan baik, sehingga kebiasaan tersebut akan membudaya hingga lulus dan kelak memasuki dunia kerja.

Penelitian ini juga untuk mengetahui bagaimanakah Fasilitas K3 dan Sikap K3 serta pengaruh keduanya terhadap Budaya K3 di SMK Blitar. Rancangan penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif korelasional. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis statistik inferensial.

Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan sebagai berikut. Pertama, Fasilitas K3 yang terdapat pada Praktik Kerja Kayu termasuk dalam kategori baik dengan prosentase 72,5% pada kelas XI dan 70% pada kelas XII. Sedangkan pada Praktik Kerja Batu Beton tergolong rendah dengan prosentase 77,5% pada kelas XI dan 78,75% pada kelas XII. Simpulan kedua Sikap K3 yang terdapat pada Praktik Kerja Kayu termasuk dalam kategori baik dengan prosentase 75% pada kelas XI dan 76,25% pada kelas XII. Sedangkan pada Praktik Kerja Batu Beton tergolong rendah dengan prosentase 71,25% pada kelas XI dan 81,25% pada kelas XII

Simpulan yang terakhir adalah terdapat hubungan positif yang signifikan antara Fasilitas K3 dan Sikap K3 secara bersama-sama terhadap Budaya K3 pada Praktik Kerja Kayu dan Praktik Kerja Batu Beton.