SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Waktu dan Pola Gerak Penggunaan Mesin Jig Saw untuk Proses Produksi pada Industri Pengolahan Kayu

UDIN ISTA MARIONO

Abstrak


ABSTRAK

 

Mariono, Udin Ista. 2015. Studi Waktu dan Pola Gerak Penggunaan Mesin Jig Saw untuk Proses Produksi pada Industri Pengolahan Kayu. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan Fakuktas Teknik Universitas Negeri Malang: (I) Drs. Hadi Wasito, Dip. Ed., M.Pd., (II) Drs. Priyono, M.Pd.

 

Kata Kunci: studi waktu, pola gerak, mesin Jig Saw,pengolahan kayu

 

Mesin Jig Saw atau gergaji ukir adalah sebuah alat yang dapat digunakan untuk memotong atau menggergaji bahan yang terbuat dari logam atau kayu. Mesin Jig Saw  dapat memotong bahan dengan pola lurus hingga lengkung.Tujuan utama penggunaan alat ini pada industri pengolahan kayu adalah untuk meningkatkan produktivitas serta kualitas agar dapat menghasilkan produk yang kompetitif sehingga dapat bersaing dengan produk dari luar.

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menggali data tentang standar kinerja per-satuan waktu dari mesin gergaji jig saw yang digunakan untuk proses produksi kerajinan kayu pada industri, (2) menggali data pola baku kerja dari mesin gergaji jig saw yang digunakan untuk proses produksi kerajinan kayu pada industri.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahan kayu pinus yang dipotong lurus mempunyai durasi waktu35,65 detik/m, dipotong lengkung mempunyai durasi waktu33,46 detik/m, dan yang dipotong zig-zag mempunyai durasi waktu 44,75 detik/m. Untuk bahan MDF yang dipotong lurus mempunyai durasi waktu 27,48 detik/m, dipotong lengkung mempunyai durasi waktu 26,57 detik/m, dan yang dipotong zig-zag mempunyai durasi waktu 37,96 detik/m. Sedangkan untuk bahan triplek yang dipotong lurus mempunyai durasi waktu18,51 detik/m, dipotong lengkung mempunyai durasi waktu 22,72 detik/m, dan yang dipotong zig-zag mempunyai durasi waktu 30,92 detik/m. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa kecepatan waktu kerja mesin Jig Saw dipengaruhi oleh ketebalan bahan dan panjangnya lintasan potong, semakin tebal bahan dan semakin panjang lintasan potong, maka waktu yang dibutuhkan semakin banyak.