SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kajian Perhitungan Volume Cut and Fill Tanah Metode Kriging dan Metode Inverse Distance To a Power Berbasis Komputer

EKA FAUZIAH ANWAR

Abstrak


ABSTRAK

 

Fauziah, Eka. 2009. Kajian Perhitungan Volume Cut and Fill Tanah Metode Kriging dan Metode Inverse Distance To a Power Berbasis Komputer. Skripsi. Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ir. Titi Rahayuningsih, M.Si.,

   (II) Drs. Eko Setyawan, S.T., M.T.

 

Kata kunci: Volume Cut and Fill, Metode Kriging, Metode Inverse Distance To a Power, Berbasis Komputer

 

Perhitungan volume tanah banyak diperlukan dalam Pekerjaan Teknik Sipil, baik untuk pekerjaan galian maupun timbunan. Keseimbangan volume galian dan timbunan sedapat mungkin menggunakan tanah yang terdapat pada lokasi pekerjaan agar biaya yang dibutuhkan lebih hemat. Biaya tersebut dapat dirancang apabila perencana dapat menghitung lebih dahulu berapa volume tanah yang dibutuhkan atau yang dipindahkan secara tepat. Salah satu program yang dapat digunakan untuk menghitung volume galian dan timbunan adalah Software Surfer7.0.

Perhitungan volume galian dan timbunan tanah pada skripsi ini menggunakan data hasil pengukuran di Dareah Bandulan Kota Malang sebanyak 457 data. Data koordinat dari hasil penelitian diubah menjadi file grid dengan proses gridding menggunakan Software Surfer 7.0. Metode yang digunakan dalam proses gridding adalah metode Kriging dan metode Inverse Distance To a Power. Setelah melakukan proses gridding dibuat peta kontur dari  hasil gridding kedua metode tersebut kemudian dihitung volume galian dan timbunan. Hasil galian dan timbunan dari kedua metode tersebut dibandingkan manakah yang lebih baik dan mendekati kenyataan di lapangan. Selain itu, data juga dihitung jumlah residu pada masing-masing metode.

Hasil perhitungan volume galian dan timbunan dari kedua metode tersebut menunjukkan adanya perbedaan. Pada metode Kriging jumlah seluruh galian pada masing-masing bidang referensi adalah 6875696.118, jumlah timbunan adalah 5281035.0797. Sedangkan metode Inverse Distance To a Power jumlah seluruh galian pada masing-masing bidang referensi adalah 5808879.8637, jumlah timbunan adalah 6506992.4903. Perbedaan  ini disebabkan karena dalam proses gridding batas-batas interval grid yang diperoleh dari kedua metode berbeda sehingga peta kontur yang dihasilkan berbeda. Perbedaan peta kontur ini akan mempengaruhi nilai volume galian dan timbunan. Hasil analisis diperoleh jumlah residu untuk metode Kriging sebesar 0.063580996 sedangkan untuk metode Inverse Distance To a Power sebesar 0.051609345. Dari data hasil pengukuran didaerah Bandulan nilai residu untuk metode Inverse Distance To a Power lebih kecil, sehingga metode ini lebih cocok digunakan karena lebih mendekati kenyataan di lapangan.

 

 

 

 

 

 


Teks Penuh: DOC PDF