SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Prediksi Kuat Hancur Silinder Beton Menggunakan Rumus Empiris di Tinjau dari Parameter Fisik Luas Silinder Beton dan Gradasi Agregat Kasar

Sudrajat Teguh Pradana

Abstrak


ABSTRAK

 

Pradana, Sudrajat Teguh. 2015. Prediksi Kuat Hancur Silinder Beton Menggunakan Rumus Empiris di Tinjau dari Parameter Fisik Luas Silinder Beton dan Gradasi Agregat Kasar. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang: (1) Drs. Boedya Djatmika, S.T., M.T, (II) Drs. Adjib Karjanto, S.T,. M.T.

 

Kata Kunci: kuat hancur, rumus empiris, parameter fisik, luas, silinder beton, gradasi, agregat kasar

 

Parameter fisik adalah besaran fisik yang didapat dari pengukuruan fisik sehingga memiliki satuan besaran dan dimensi satuan. Parameter-parameter yang terdapat dalam silinder beton adalah besarnya gaya tekan beton (P), kuat tarik beton (ft), kuat tekan silinder beton (fc’), modulus elastisitas beton (Ec), densitas beton (γ), tinggi silinder (H), luas penampang silinder (A), kecepatan rambat gelombang sonic (Vs). Parameter-parater tersebut sangat mempengeruhi kualitas dari beton yang dibuat.

Penilitian ini dilakukan bertujuan untuk (1) Mengetahui prediksi kuat hancur silinder beton menggunakan rumus empiris ditinjau dari parameter fisik luas silinder beton dan gradasi agregat kasarnya.(2) Mengetahui adakah perbedaan prediksi kuat hancur beton yang signifikan antara yang menggunakan agregat kasar yang tertahan pada saringan No. 5, 10, 20 dan gabungan dari agregat kasar yang tertahan pada saringan No. 5, 10, dan 20. (3) Untuk mengetahui perbedaan prediksi kuat hancur menggunakan rumus empiris dengan prediksi menggunakan mesin (UTM) laboratorium atau secara destruktif.

Hasil penelitian ini menujukan kuat tekan beton pada usia 28 hari yaitu: sampel A1 menggunakan gradasi agregat kasar tertahan pada saringan No. 5 memiliki kuat tekan sebesar (secara empiris) 28,43 MPa dan (secara destruktif) 24,09 MPa; sampel A2 menggunakan gradasi agregat kasar tertahan pada saringan No. 10 memiliki kuat tekan sebesar (secara empiris) 30,25 MPa dan (secara destruktif) 32,53 MPa; sampel A3 memiliki kuat tekan sebesar (secara empiris) 30,04 Mpa dan (secara destruktif) 31,02 MPa; sampel A4 memiliki kuat tekan sebesar (secara empiris) 28,59 MPa dan (secara destruktif) 29,96 MPa. Sedangkan hasil kuat tekan sampel B1 memiliki kuat tekan sebesar (secara empiris) 27,95 MPa dan (secara destruktif) 28,95 MPa; sampel B2 memiliki kuat tekan sebesar (secara empiris) 28,22 MPa dan (secara destruktif); sampel B3 memiliki kuat tekan sebesar (secara empiris) 28,68 MPa dan (secara destruktif) 35,81 MPa; sampel B4 memiliki kuat tekan sebesar (secara empiris) 30,04 MPa dan (secara destruktif) 35,81 MPa.

Hasil analisa statistik perbedaan kuat tekan antar kelompok sampel silinder beton dengan bantuan softwareSPSS 21.0 menggunakan metode ANOVA satu-jalur (One-Way ANOVA) didapatkan hasil Posthoc Test kuat tekan signifikan usia 28 hari antara sampel A1 dan A2 dengan angka signifikansi = 0,000; sampel A1 dan A3 dengan angka signifikansi = 0,002; dan sampel A1 dan A4 dengan angka signifikasi = 0,005; sampel B1 dan B2 dengan angka signifikansi = 0,036; dan pada sampel A1 dan A3 dengan angka signifikasi = 0,012.