SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBEDAAN KETAHANAN KAYU MERANTI TERHADAP JAMUR PELAPUK ANTARA YANG DIAWETKAN DENGAN PROSES PELABURAN DAN PERENDAMAN MENGGUNAKAN LARUTAN CENGKEH

Vidya Yulianingtyas

Abstrak


ABSTRAK

 

Yulianingtyas, Vidya. 2015. Perbedaan Ketahanan Kayu Meranti Terhadap Jamur Pelapuk Antara Yang Diawetkan Dengan Proses Pelaburan Dan Perendaman Menggunakan Larutan Cengkeh. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hadi Wasito, Dip. Ed., M.Pd, (II) Drs. Heru Muryanto.

 

Kata Kunci: ketahanan kayu, pelaburan, perendaman, jamur pelapuk, larutan cengkeh

 

Kayu merupakan bahan dari alam. Kayu dapat mengalami kerusakan disebabkan oleh berbagai macam faktor. Faktor perusak kayu adalah jamur, serangga, dan binatang laut. Serangan oleh serangga sering terlihat, tetapi kerusakan yang disebabkan oleh jamur lebih besar. Cengkeh merupakan bahan pengawet alami kayu terhadap serangan jamur.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengetahui ketahanan kayu meranti yang diawetkan dengan proses pelaburan dan proses perendaman, serta persentase ideal larutan cengkeh pada proses pengawetan dengan pelaburan dan perendaman.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Data penelitian ini berupa hasil luas permukaan kayu meranti yang terserang jamur. Analisis data penelitian ini menggunakan statistik t-test.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diperoleh lima kesimpulan. Pertama, terdapat perbedaan yang signifikan antara kayu meranti yang diawetkan dengan cara pelaburan dan perendaman menggunakan larutan cengkeh dengan konsentrasi 10% terhadap luas permukaan kayu meranti yang terserang jamur.

Kedua, tidak ada perbedaan yang signifikan antara kayu meranti yang diawetkan dengan cara pelaburan dan perendaman menggunakan larutan cengkeh dengan konsentrasi 20%, 30%, 40% dan 50% terhadap luas permukaan kayu meranti yang terserang jamur.

Ketiga, larutan cengkeh dapat digunakan sebagai bahan pengawet tradisional untuk menghambat pertumbuhan jamur pelapuk. Dilihat dari luas permukaan kayu meranti terserang jamur pelapuk 34,35 cm2 (0%) dapat menurun menjadi 28,53 cm2 (10%), 4,89 cm2 (20%), 3,46 cm2 (30%), 4,52 cm2 (40%) dan 2,67 cm2 (50%) cara pelaburan, sedangkan untuk perendaman turun menjadi 12,45 cm2 (10%), 5,87 cm2 (20%), 8,79 cm2 (30%), 15,35 cm2 (40%) dan 8,33 cm2 (50%).

 

Keempat, Konsentrasi larutan cengkeh yang ideal untuk bahan pengawet pada proses pelaburan adalah konsentrasi 50%, sedangkan pada proses perendaman pada konsentrasi 20%.