SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kinerja Pelayanan Angkutan Bus Penumpang Umum Antar Kota pada Trayek Madiun-Ponorogo

Dio Natra Pratama

Abstrak


ABSTRAK

 

Pratama, Dio Natra. 2015. Kinerja Pelayanan Angkutan Bus Penumpang Umum Antar Kota Trayek Madiun-Ponorogo. Skripsi, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sugiyanto, S.T., M.T, (II) Pranoto, S.T., M.T.

 

Kata Kunci: kinerja, angkutan umum,  angkutan antar kota Madiun-Ponorogo.

 

Berkembangnya kota Madiun-Ponorogo sebaiknya didukung dengan peningkatan sarana dan prasarana transportasi, salah satu sarana transportasi yang menunjang pergerakan masyarakat di Madiun-Ponorogo adalah angkutan umum antar kota trayek Madiun-Ponorogo. Pemerintah harus memperhatikan alat transportasi dalam lalu lintas, agar dapat mewujudkan penyelenggara transportasi yang selamat, aman, cepat, lancar, tertib, dan nyaman.

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan (1) mengetahui kinerja angkutan umum antar kota trayek Madiun-Ponorogo, (2) mengetahui jumlah kebutuhan armada angkutan umum antar kota trayek Madiun-Ponorogo. Pengumpulan data menggunakan metode survey offboard dan onboard. Parameter kinerja dan operasi angkutan umum adalah load factor, waktu tempuh, waktu henti, kecepatan kendaraan dan penentuan jumlah armada.

 

Hasil penelitian menunjukkan: (1) load factor offboard berkisar antara 48,93-59,26%, load factor onboard arah Madiun-Ponorogo berkisar antara 51,14-62,37% sedangkan standart load factor sebesar 70% (Keputusan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat 687 tahun 2002), (2) waktu tempuh rata-rata keseluruhan perjalanan adalah 1:07 jam, standart waktu tempuh rata-rata 1,0-1,5 jam, maksimal 2-3 jam (Munawar, 2005: 61), (3) waktu henti rata-rata adalah 16 menit, standart waktu henti rata- rata ditetapkan sebesar 10% dari waktu tempuh (Keputusan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat 687 tahun 2002), (4) kecepatan rata-rata semua kendaraan yaitu 27,99 km/jam, standart kecepatan terendah untuk angkutan umum pada trayek cabang adalah 20 km/jam (Keputusan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat 687 tahun 2002), (5) headway arah Seloaji-Purbaya hari Minggu merupakan headway maksimum yaitu 12 menit sedangkan rata-rata perhari headway masuk dalam kategori ideal yaitu 9 menit, headway ideal antara 5-10 menit dan headway puncak antara 2-5 menit (Keputusan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat 687 tahun 2002), (6) waktu sirkulasi untuk hari Minggu 195 menit dengan jumlah armada per waktu sirkulasi 15 unit sedangkan untuk hari Rabu 180 menit per waktu sirkulasi dengan jumlah armada per waktu sirkulasi 15 unit, menurut Dinas Perhubungan Kota Ponorogo terdapat 15-20 unit untuk trayek Madiun-Ponorogo yang beroperasi setiap harinya. Sehingga kebutuhan angkutan bus antar kota trayek Madiun-Ponorogo sudah mencukupi kebutuhan angkutan, hal ini disesuaikan apabila dilakukan pengurangan jumlah kendaraan akan mengakibatkan waktu tunggu yang terlalu lama, dan jika dilakukan penambahan angkutan jumlah penumpang yang diangkut rata-rata dibawah standar yakni 70% (Keputusan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat 687 tahun 2002).